Saturday, May 5, 2012

Lagu untuk Kuntilanak

Pada suatu hari di apartemenku di Nürnberg, kudengar suara perempuan menangis depan pintu. Aku berusaha meyakinkan diriku apakah suara tangisan itu betulan atau tidak. Ternyata beneran, kupingku tak salah. Kubuka pintu apartemenku, tidak ada orang depan pintu. Kutengok ke kiri dan kulihat perempuan berambut panjang hitam. Jaraknya begitu dekat, lalu...

...break dulu, ya, ceritanya...

Cerita tentang kuntilanak sangat terkenal di Asia Tenggara. Biasanya kuntilanak tampil sebagai sosok wanita berambut panjang dengan baju panjang putih. Kalau di Jakarta dan Depok, ada yang tampil dengan pakaian merah. Lokasi tempat nongkrong kuntilanak adalah waru doyong (pohon waru yang tumbuh miring). Itu kata wikipedia (id, en, su).

Biasanya kuntilanak datang dengan ketawa cekikikan. Hihihi. Kalau suara tangisan perempuan di balik pintu atau di dalam lemari, itu cerita hantu yang lain. Tapi entah kenapa mendengar suara tangisan perempuan di balik pintu apartemenku membuatku teringat kuntilanak. Mungkin aku kangen sama kunti... hi... hi... hi...

Kali ini, dengarkanlah rintihan kuntilanak.

Rintihan ini dari band asal Bandung, yaitu The PanasDalam yang dipakai untuk soundtrack film Hantu Biang Kerok (imdb, wiki). Rintihan ini diduga menginspirasi film Rintihan Kuntilanak Perawan (imdb). Keren juga, rintihannya bisa bikin Tera Patrick main film buatan Indonesia.

Karena rasa rinduku pada kuntilanak, kupersembahkan lagu Waru Doyong, tempat nongkrong Kuntilanak.

Lagu ini dipersembahkan dari Denada, ketika dia mencoba aliran Skabon (musik ska dari Cirebon). Denada Tambunan, menurut wikipedia, bukan orang Cirebon juga bukan kuntilanak serta tidak suka nongkrong di atas pohon waru doyong.

...kembali ke cerita apartemenku...

Setelah kubuka pintu apartemenku dan di sebelah kiri ada sosok perempuan berambut panjang hitam. Dia menangis meraung-raung. Dia tetanggaku (atau pacar tetanggaku) di sebelah yang tidak dibukakan pintu. Biasalah, konflik rumah tangga. Tinggal di Gostanbul memang takkan sunyi.

Semoga aku dapat mempersembahkan tembang lain untuk kuntilanak sesuai semboyan musik cadas yang memuja dunia kuburan.
Ing ngarso Sepulturo.
Ing madyo Metallico.
Tut wuri Obituary.
Walau telat, selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012.

Nürnberg, 5 Mei 2012

iscab.saptocondro

Monday, April 2, 2012

Tahun ketujuh

Sudah 6 tahun, aku tinggal di Jerman. Sekarang kumasuki tahun ketujuh seiring dengan awal bulan April ini. Tahun ketujuh aku tak pernah menjejakkan kakiku di Indonesia.

Teringat 6 tahun lalu, kejejakkan kakiku di Jerman pertama kali di bandara Hannover. Lalu naik kereta menuju stasiun utama kota itu. Bingung mencari tempat membeli tiket kereta menuju Bremen.

Sesampainya di stasiun utama Bremen, aku tidak tahu tempat sekretariat jurusanku di Uni Bremen. Aku berdebat dengan sopir taksi mengenai alamat tersebut. Aku hanya punya selembar kertas yang mungkin salah karena kurangnya persiapanku selama di Indonesia.

Sopir taksi membawaku ke gedung NW1 Uni Bremen. Di sana aku harus membayar uang 10,10 EUR. Aku tak punya 10 sen. Sopir taksi tersebut lalu berkata kalau cukup 10 EUR saja. Di gedung NW1 ini aku pun kebingungan dengan lokasi sekretariat jurusanku. Dalam gedung ini, aku tersesat.

Sekretariat jurusan kutemui setelah berkeliling gedung ini. Dari lantai 1 hingga 4, dari Barat hingga Timur. Satu hal yang kupelajari setelah aku menamatkan studi di Uni Bremen adalah sekretariat bisa berpindah tergantung pergantian personalia dalam kampus: entah sekretaris maupun Profesor.

Di sekretariat jurusan alias Master Office, aku diberikan suatu "To-Do List". Mendaftarkan diri di International Office di Verwaltungsgebäude. Melaporkan diri di imigrasi setempat yang terletak di BSU (Bremen Service University). Mendaftarkan diri untuk masuk antrian asrama. Itulah sebagian isi "To-Do List" tersebut.

Aku menghabiskan banyak waktu menimba ilmu teknik otomasi dan ilmu hidup (bukan biologi, ya!) di Bremen ini. Kalau kuhitung, nyaris lima setengah tahun, aku tinggal di Bremen. Untuk studi kuhabiskan empat setengah tahun, sedangkan seharusnya dua tahun saja. Banyak pengalamanku di sana yang kuceritakan di blogku lainnya.

Tahun lalu, di bulan Agustus, aku pindah ke Bayern. Aku bekerja di Herzogenaurach. Selama tiga bulan kutinggal di sana sembari mencari tempat tinggal di area tersebut. Di bulan November, akhirnya kudapatkan apartemen di Nürnberg. Kupilih kota ini karena di sini aku bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi serta aku butuh hingar-bingar kehidupan kota. Tinggal di Herzogenaurach terlalu sunyi untukku.

Akhir tahun tersebut, uang tabunganku habis dan batas atas kartu kreditku tercapai. Relokasi adalah komponen biaya tinggi untuk pekerja. Aku menikmati liburan natal dan tahun baru di apartemen baru tanpa bisa pergi ke mana-mana.

Kini, sudah April 2012. Kumasuki tahun ketujuh tinggal di Jerman. Aku masih belum punya kursi di apartemen ini jadi aku tak bisa mengganti lampu kamarku. Aku juga belum punya meja untuk makan dan untuk bisa menjadi tempat memotong dalam memasak. Gorden untuk jendela juga belum kumiliki. Rak untuk menaruh barang-barangku juga tidak ada, sehingga semua masih dalam kardus. Masih banyak yang harus kulakukan untuk apartemen ini. Andai aku punya istri atau pacar yang tinggal bareng mungkin apartemen ini lebih baik.

Pada tahun ketujuh ini, aku ingin bisa menjejakkan kakiku di tanah kelahiranku dan menghirup udara kota Bandung lagi. Aku ingin mendengar gelak tawa keluarga dan teman-temanku di tanah airku. Aku ingin membasuh jiwaku yang kering dengan sepercik memori masa laluku di Indonesia. Mungkin aku bisa mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari diriku.

 

Nürnberg, 1 April 2012

iscab.saptocondro 

Tahun ketujuh

Sudah 6 tahun, aku tinggal di Jerman. Sekarang kumasuki tahun ketujuh seiring dengan awal bulan April ini. Tahun ketujuh aku tak pernah menjejakkan kakiku di Indonesia.

Teringat 6 tahun lalu, kejejakkan kakiku di Jerman pertama kali di bandara Hannover. Lalu naik kereta menuju stasiun utama kota itu. Bingung mencari tempat membeli tiket kereta menuju Bremen.

Sesampainya di stasiun utama Bremen, aku tidak tahu tempat sekretariat jurusanku di Uni Bremen. Aku berdebat dengan sopir taksi mengenai alamat tersebut. Aku hanya punya selembar kertas yang mungkin salah karena kurangnya persiapanku selama di Indonesia.

Sopir taksi membawaku ke gedung NW1 Uni Bremen. Di sana aku harus membayar uang 10,10 EUR. Aku tak punya 10 sen. Sopir taksi tersebut lalu berkata kalau cukup 10 EUR saja. Di gedung NW1 ini aku pun kebingungan dengan lokasi sekretariat jurusanku. Dalam gedung ini, aku tersesat.

Sekretariat jurusan kutemui setelah berkeliling gedung ini. Dari lantai 1 hingga 4, dari Barat hingga Timur. Satu hal yang kupelajari setelah aku menamatkan studi di Uni Bremen adalah sekretariat bisa berpindah tergantung pergantian personalia dalam kampus: entah sekretaris maupun Profesor.

Di sekretariat jurusan alias Master Office, aku diberikan suatu "To-Do List". Mendaftarkan diri di International Office di Verwaltungsgebäude. Melaporkan diri di imigrasi setempat yang terletak di BSU (Bremen Service University). Mendaftarkan diri untuk masuk antrian asrama. Itulah sebagian isi "To-Do List" tersebut.

Aku menghabiskan banyak waktu menimba ilmu teknik otomasi dan ilmu hidup (bukan biologi, ya!) di Bremen ini. Kalau kuhitung, nyaris lima setengah tahun, aku tinggal di Bremen. Untuk studi kuhabiskan empat setengah tahun, sedangkan seharusnya dua tahun saja. Banyak pengalamanku di sana yang kuceritakan di blogku lainnya.

Tahun lalu, di bulan Agustus, aku pindah ke Bayern. Aku bekerja di Herzogenaurach. Selama tiga bulan kutinggal di sana sembari mencari tempat tinggal di area tersebut. Di bulan November, akhirnya kudapatkan apartemen di Nürnberg. Kupilih kota ini karena di sini aku bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi serta aku butuh hingar-bingar kehidupan kota. Tinggal di Herzogenaurach terlalu sunyi untukku.

Akhir tahun tersebut, uang tabunganku habis dan batas atas kartu kreditku tercapai. Relokasi adalah komponen biaya tinggi untuk pekerja. Aku menikmati liburan natal dan tahun baru di apartemen baru tanpa bisa pergi ke mana-mana.

Kini, sudah April 2012. Kumasuki tahun ketujuh tinggal di Jerman. Aku masih belum punya kursi di apartemen ini jadi aku tak bisa mengganti lampu kamarku. Aku juga belum punya meja untuk makan dan untuk bisa menjadi tempat memotong dalam memasak. Gorden untuk jendela juga belum kumiliki. Rak untuk menaruh barang-barangku juga tidak ada, sehingga semua masih dalam kardus. Masih banyak yang harus kulakukan untuk apartemen ini. Andai aku punya istri atau pacar yang tinggal bareng mungkin apartemen ini lebih baik.

Pada tahun ketujuh ini, aku ingin bisa menjejakkan kakiku di tanah kelahiranku dan menghirup udara kota Bandung lagi. Aku ingin mendengar gelak tawa keluarga dan teman-temanku di tanah airku. Aku ingin membasuh jiwaku yang kering dengan sepercik memori masa laluku di Indonesia. Mungkin aku bisa mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari diriku.

 

Nürnberg, 1 April 2012

iscab.saptocondro 

Friday, March 30, 2012

Palbot dan Indon

Rabu, 28 Maret 2012.
Di suatu halte, dua orang berdiri berdampingan di suatu halte angkot di Nürnberg, Jerman. Yang satu, kepalanya botak dengan pakaian penuh simbol Neo Nazi. Satu orang yang lain adalah seorang asing di negeri Jerman yang merantau dari negara kepulauan bernama Indonesia.
Menunggu...
...kapankah angkot itu tiba?
Keduanya terdiam.
Si PalBot (kepala botak) dengan pakaian NeoNazi tampak damai dan tidak agresif.
Si Indon (orang Indonesia) juga terdiam menanti kedatangan angkutan umum.
Ternyata Palbot kalau lagi sendirian tidak berbahaya. Begitu "harmless". Manusia sebagai seorang makhluk individu berbeda dengan sebagai makhluk sosial. Kalau Palbot tersebut berada dalam rombongan, bisa saja dia provokatif dan agresif  terhadap seorang asing di tanah Jerman. Apalagi kalau sudah dalam pengaruh alkohol. Tapi kali ini, Palbot tersebut sendirian.
Sabtu ini, 31 Maret 2012 di Aufsessplatzt jam 14:30 siang.
Kemungkinan kedua orang tersebut berada pada grup yang berbeda dalam suatu demo.
Yang satu membawa propaganda fasisme tentang suatu Übermensch.
Yang satu membawa propaganda humanisme tentang dunia yang warna-warni seperti bunga dan pelangi.
Keduanya mungkin bertempur membela kubu yang berbeda.
Angkot pun tiba. Keduanya menaiki angkot tersebut.
Nürnberg, 30 Maret 2012.
iscab.saptocondro

Saturday, March 24, 2012

Aroma tubuh yang ramah

Setiap pagi dari hari Senin s.d. Jumat, aku berangkat kerja naik angkot dari Nürnberg via Erlangen ke Herzogenaurach. Angkot yang kunaiki adalah kereta, trem, dan bus. Ada banyak pilihan dalam perjalanan dari Nürnberg ke Erlangen. Dari Erlangen ke Herzogenaurach, hanya ada bus. Tidak cocok denganku yang menggemari kendaraan yang melaju di atas rel.

Ada bus nomor 200 yang mengantarku di stasiun bus Erlangen pada jam 6.46, 7.20, atau 8.10 pagi. Kalau aku gagal mendapat bus ini, aku harus naik bus 201 yang datang dua kali per jam. Bus nomor 200 ini adalah bus cepat yang melewati tiga kantor pusat perusahaan internasional: Adidas, Puma, dan Schaeffler di Herzogenaurach. Bus nomor 201 tidak melewati kantor Puma, tetapi melewati kantor pusat Siemens, di Erlangen.

Yang kusukai dari bus 200 adalah suasana internasionalnya. Dalam bus ini, bahasa yang terdengar di kupingku adalah Inggris (British, American, Singlish), Jerman, Cina, Perancis, Spanyol, dll. Selain itu, para mahasiswi yang kerja praktek di Adidas juga tampil menarik. Bus yang jam 8.10 pagi pasti akan penuh.

Baik bus 200 maupun bus 201 akan melewati suatu perempatan yang dekat dengan pemukiman padat penduduk (dense residence area). Aku bilang padat karena di sini gedung apartemennya terdiri dari 12 hingga 20 lantai, dengan tiap lantai terdiri dari banyak kamar. Gedung-gedung tersebut juga berbentuk seragam pada suatu kompleks. Di tempat itulah apartemen murah Erlangen.

Sebelum sampai halte bus di perempatan tersebut, aku harus menghirup napas dalam-dalam untuk menikmati udara segar tersisa. Sebetulnya sebelum naik bus, aku menikmati udara segar dengan teknik pernapasan kundalini yoga. Kok, harus bernapas seperti itu?

Alasannya adalah rombongan konsultan SAP yang bekerja di Adidas dan Puma bakal naik bus dari halte tersebut. Konsultan SAP memiliki aroma tubuh yang tidak ramah. Aroma yang terlalu menonjol dan tidak rendah hati. Sangat tidak ramah buatku. Aroma ini sulit didefinisikan dengan kata-kata. Aroma ini simbol keangkuhan keringat bawang bombai dan kari ketiak. Berhubung aku menghindari rasisme, maka asal negara para konsultan SAP tersebut tidak kusebutkan di posting ini. hehehe.

Aku belajar dari anjingku untuk membedakan bau. Jangan tanya bagaimana anjingku mengajariku ilmu ini. Dari aroma tubuh para konsultan SAP, aku tahu mereka masak apa kemarin:

  • nasi tanduri
  • kari ayam
  • bakwan/falafel/perkedel atau hal lain yang mirip

Bekerja sebagai konsultan SAP itu bisa membuat orang lupa mandi akibat rangkaian tenggat (deadline). Selain itu, para konsultan SAP ini terbiasa hidup hemat di negeri orang. Hidup hemat berarti masak di rumah dan apartemennya pasti murah. Masak di rumah tiap hari dengan minyak goreng dengan ventilasi dapur buruk bisa membuat bau minyak goreng menempel di baju. Minyak goreng adalah pelarut yang baik untuk aroma dari bawang bombai, kari, okra, ketumbar, lengkuas, dll.

Masalah terjadi ketika kita tidak memisahkan pakaian:

  • untuk kerja
  • untuk masak
  • untuk santai di rumah
  • untuk bergaul di rumah

Lalu pakaian yang dipakai masak makanan A hari ini dipakai lagi untuk masak makanan B hari kemudian. Efeknya adalah pakaian tersebut akan berbau campur aduk antara dua jenis masakan berbeda.

Kemudian pakaian tersebut dipakai juga untuk keluar rumah dan tercampur keringat kita. Ketika kita tidak memperhatikan masalah higienis tubuh (mandi, deodoran, dll), aroma pada pakaian akan makin campur aduk. Hasilnya adalah aroma tubuh yang anti sosial. Aroma pribadi yang tidak menghormati sesama atau manusia di sekitarnya.

Oleh karena itu, aku selalu menjaga aroma tubuh supaya tetap ramah.

  1. Aku memisahkan pakaian untuk masak, kerja, tidur, gaul
  2. Aku memakai deodoran
  3. Aku memisahkan parfum dan tidak mencampur-aduk pakaian-parfum
  4. Aku mandi terjadwal.
  5. Kalau lagi jarang mandi ketika musim dingin, aku menggunakan pakaian tebal dan jaket untuk menutupi aroma tubuh mencolok. Tapi aku selalu memakai deodoran jadinya aromaku tidak angkuh.
  6. Aku jarang menggoreng. Kalau menggoreng, berikan waktu selang satu atau dua hari untuk menetralisasi aroma rumah. Hal ini juga membuat aroma masakan tak menempel pada pakaian dalam rumah.
  7. Aku selalu menyikat gigi dengan pasta gigi. Siapa tahu aroma yang sombong dikeluarkan bukan hanya dari keringat melainkan dari napas. Jadi buatlah hawa mulut kita juga ramah.

 

 

Nürnberg, 24 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

Sunday, March 18, 2012

Embedded World Nürnberg 2 minggu lalu

Dua minggu lalu, aku sempat datang ke embedded world 2012 di Nürnberg Messe. "El Padrino" di tempat kerjaku memberiku tiket."El Jefe" juga bilang bahwa Beliau juga datang ke sana. Tapi aku tak bertemu dengannya. Tiket tersebut didapatkan dari Lauterbach karena grup di tempat kerjaku menggunakan produknya, yaitu Trace32 untuk men-debug program dalam ECU (electronic controller unit/Steuergerät/unit kendali elektronik).

Nürnberg Messe adalah tempat pameran di Nürnberg. Lokasinya di selatan kota ini. embedded world adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Nürnberg Messe dalam menampilkan sistem benam. Pada pameran ini, terdapat banyak perusahaan yang bergiat di bidang embedded system (en, de, id).

Ini pertama kalinya aku pergi ke Nürnberg Messe. Biasanya aku pergi Cebit atau Hannover Messe, di Hannover, untuk pameran teknologi. Messe di Nürnberg lebih kecil daripada di Hannover. Tapi menurut Nürnberg Messe, jumlah stan bertambah tiap tahunnya sejak 2009.

Banyak hal yang menarik dari kunjunganku ke embedded world:

  1. Kebangkitan IPv6
    Pada tahun 2015, diperkirakan akan banyak perangkat mikro seperti sensor cerdas, pengendali cerdas, meteran cerdas, rumah cerdas, telpon genggam smartphone, dll yang saling terhubung menggunakan jaringan TCP/IP. Jumlahnya diprediksi sekitar 15 milyar perangkat. Satu rumah bisa saja menggunakan lampu, AC, kompor, kulkas, meteran listrik, dll yang masing-masing memiliki embedded system yang terhubung ke internet atau jaringan lokal TCP/IP. Kebutuhan akan alamat IP ini yang membuat IPv6 lebih menarik bila dibandingkan IPv4
  2. Embedded Cloud
    Beberapa perangkat seperti smart grid, smart sensor, dan smart meter biasanya ditaruh di tempat jauh. Para perangkat ini diperkirakan akan terhubung ke "cloud". Banyak sistem benam lain yang akan terhubung ke awan ini. Jadi bakal banyak embedded system yang selain dijual dengan kata "cerdas" (smart/intelligent) akan dijual dengan kata "cloud-ready". Kata "Plug-and-Play" tidak terlalu menarik lagi.
  3. Windows Embedded
    Microsoft dikatakan sebagai pemain baru dalam bidang embedded system/sistem benam di pameran ini. Di sini Microsoft memperkenalkan Windows Embedded Standard 8 (Intelligent Devices). Microsoft ingin masuk ke pasar smart grid dan smart metering.
    Apakah Microsoft pemain baru?
    Sebelumnya Microsoft juga memiliki Windows Embedded Standard 7 (Connected Devices). Di tempat kerja, aku juga memakai osiloskop Tektronix yang memiliki sistem operasi Windows. Perangkat genggamku juga menggunakan Windows Mobile. Jadi Microsoft tidak tiba-tiba saja masuk ke bisnis embedded tetapi ada proses persiapan sebelumnya.
  4. Tempat Makan
    Tempat makan di pameran alias kantin penuh dengan info lowongan kerja. Papan di sana ditempeli dengan info tersebut. Selain itu, head hunter dari berbagai perusahaan outsourcing atau engineering service berkeliaran di sana. Selain mencari makan, pengunjung juga bisa mencari kerja begitu juga head hunter mencari tenaga kerja.
  5. Model-Driven System Engineering
    Sekarang merancang sistem dan mengolah perangkat lunak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan model. Software pada ECU kendaraan bermotor tidak perlu diprogram dengan bahasa tingkat rendah seperti assembly language tetapi bisa dengan bermain model pada MATLAB Simulink. Bahasa tingkat tinggi seperti C/C++ dan VHDL bisa digantikan dengan diagram blok pada MATLAB Simulink dalam merancang sistem benam. Beberapa perusahaan bersaing di bidang ini dengan bermacam perangkat keras dan lunak: National Instrument, Lauterbach, ETAS, Mathwork, dSPACE, dll.
  6. Alat pembuat PCB mini
    Alat pembuat PCB hanya setinggi 1 hingga 1,5 meter, dengan panjang dan lebar masing-masing setengah meter. PCB yang dihasilkan bisa beberapa layer dan bisa memiliki through-hole. Universitas mungkin cocok untuk membeli alat seperti ini. Untuk produksi massal, alat ini tidak cocok. Tahun lalu, ada penelitian tentang alat portabel untuk fabrikasi IC yang bisa membebaskan kita dari kebutuhan akan kamar bersih (clean room). Sayang sekali alat seperti ini tak kulihat di pameran ini. Semoga tahun depan, ada alat mini dan portabel untuk fabrikasi IC.
  7. Satelit Mini
    Pada pameran ini, aku menggenggam satelit inderaja (penginderaan jarak jauh) yang ukurannya sebesar batu bata. Satelit ini akan dilontarkan dengan jumlah massal di luar angkasa. Satelit dilengkapi dengan kamera dan sensor lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu, satelit ini bisa berkomunikasi dengan satelit lainnya. Kecerdasan buatan digabung dengan kemampuan komunikasi, kedengarannya seperti swarm robotic.
    Sebetulnya tahun lalu, aku pernah membaca tentang satelit berukuran mikro. Ukurannya tidak lebih dari 4x4 cm persegi. Berbagai ukuran satelit dapat dilihat di sini.

Semoga tahun depan, aku bisa pergi ke acara seperti ini lagi.

 

Nürnberg, 18 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

 

Saturday, March 3, 2012

Durchzug Dilemma

Di Jerman, aku sudah menuntaskan ilmu sastra listrik. Dalam ilmu sastra ini, satu hal yang menarik adalah mempelajari cara mengambil keputusan. Karena ilmu sastraku berhubungan dengan otomasi, ilmu-ilmuku yang berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making) adalah

  • Optimal Control (wiki)
    Mengendalikan secara optimal, artinya kita mengendalikan suatu proses atau sistem supaya menghasilkan keluaran yang sesuai keinginan kita dengan segenap keterbatasan yang ada. Dalam mengambil keputusan, manusia sering dihadapkan dengan keterbatasan sumber daya, misalnya waktu. 
  • Finite State Machine (FSM)
    FSM memodelkan suatu sistem dalam "state" (keadaan) dan transisi. Suatu transisi akan mengubah suatu keadaan ke keadaan lain. Jika kita membuat keputusan, keadaan sebelumnya akan berubah menjadi keadaan baru. Misalnya ada dua keadaan, yaitu jendela tertutup dan jendela terbuka. Transisinya ada dua, yaitu membuka jendela atau menutup jendela. 
  • Petri Net (wiki)
    Petri Net mirip FSM. Silahkan klik wikinya untuk pemula.
  • Neuroscience (wiki
    Neuroscience adalah ilmu yang berhubungan dengan neuron atau sel syaraf. Keputusan manusia berhubungan dengan otaknya dan otak terdiri dari jutaan neuron beserta sambungannya. Thesis masterku berhubungan dengan neuroscience, juga blogku. 

Setelah memperoleh kerja di Jerman. Di tempat kerja, FSM kugunakan untuk mengotomasi 20 jenis tes dan puluhan hal yang dites. Aku mengetes software yang terdapat dalam unit kontrol elektronik mobil (ECU/Steuergerät). Softwarenya juga didesain dengan melibatkan FSM.

Kembali ke topik, yaitu Durchzug Dilemma. Dilemma itu artinya dua lemma yang saling berkontradiksi. Hal ini terjadi karena ada dua kemungkinan tapi kita harus memilih salah satu (wiki). Di kantor, biasanya kita mendapatkan dua pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan bersamaan. Satu pekerjaan dikerjakan terlebih dahulu kemudian pekerjaan berikutnya. Namun adanya tenggat/deadline, membuat kita harus mengoptimalkan waktu. Di sinilah ilmu time-optimal control dipakai. Sebetulnya dalam dunia kerjaku, yang kudapatkan bukan dilemma melainkan polylemma, jumlah lemma lebih dari dua.

Masalah lebih rumit kalau pekerjaan yang satu diminta oleh bos A dan pekerjaan yang lain diminta oleh bos B. Kalau pekerjaan A dikerjakan, kita akan mengecewakan bos B. Begitu juga sebaliknya. Ini disebut God and Mamon Dilemma. Dilemma ini berasal dari Injil Matius 6:24 "Tak seorangpun dapat mengabdi pada dua tuan". Tapi problem multi-tasking ini akan selalu dihadapi manusia sepanjang hidupnya, makanya di kampusku di Bandung dulu, dikenal pepatah "OSPEK itu sepanjang hayat". Dalam orientasi studi, dilemma mamon ini pasti ada.

Kembali lagi ke topik. Durchzug berasal dari bahasa Jerman yang artinya ventilasi. Ventilasi adalah proses memindahkan udara ke suatu ruangan supaya ruangan tersebut memperoleh kualitas udara yang lebih baik. Ilmu optimal control, termodinamika dan fluida bisa dipakai di sini. Dalam kuliah Mekatronik di Bremen, aku sempat belajar mengenai kontrol optimal pada ventilasi paksa, supaya ruangan tidak panas walaupun di dalam ruangan ada mesin yang menghasilkan kalor.

Durchzug Dilemma terjadi ketika satu pihak di kantorku merasa kepanasan atau pengap dan menginginkan jendela dibuka. Sedangkan ada pihak lain yang merasa kalau jendela dibuka akan kedinginan atau terkena angin. Di sinilah ilmu pengambilan keputusan dipakai. Tidak mungkin jendela terbuka sekaligus tertutup. Jendela bukanlah kucing dalam kotak Schrodinger (wiki). Sifat terbuka dan tertutup pada jendela tidak cocok dimodelkan dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Mungkin ilmu kompleksitas bisa dipakai untuk memodelkan hal yang sederhana ini: sebaiknya jendela dibuka atau ditutup? Berapa lama dibuka? Berapa lama ditutup?

Pesanku hanya satu:

Lupakan semua tulisan ini! Karena memang tidak ada maknanya.

Nürnberg, 2 Maret 2012

iscab.saptocondro

P.S. Dendang Dilemma adalah lagu yang dinyanyikan oleh Nelly dan Kelly Rowland.