Sunday, November 18, 2012

Biaya hidupku di Nürnberg tahun 2012

Dulu aku pernah menulis tentang biaya hidup di Bremen (tautan di bawah). Kini aku ingin menulis tentang biaya hidupku di Nürnberg. Berhubung aku sudah bukan mahasiswa lagi, melainkan sudah bekerja sebagai tukang insinyur seperti Si Doel yang sudah lulus sekolah, aku hidup tidak terlalu hemat lagi.

***

Biaya Bulanan

  1. Bayar sewa Wohnung (apartemen) = 435 EUR
  2. Listrik + Gas = 96 EUR
  3. Tiket transportasi VGN = 120 EUR
  4. Makan di rumah = 100 EUR
  5. Makan di luar = 150 EUR
  6. Internet + Telpon di rumah = 38 EUR
  7. Internet + Telpon dalam genggaman = 30 EUR
  8. Kredit smartphone = 50 EUR
  9. Kebersihan = 40 EUR
  10. Sandang (pakaian, sepatu, asesori) = 20 EUR 

TOTAL Bulanan = 1079 EUR

 

Biaya Tahunan

  1. Asuransi waspada (Haftpflichtversicherung) = 73 EUR
  2. Perpanjangan visa = 80 EUR
  3. Perabotan = 250 EUR
  4. Jalan-jalan ke luar kota/negeri = 500 EUR

TOTAL Tahunan = 903 EUR

Biaya tahunan dibagi 12 = 75,25 EUR

Jadi per bulan, kira-kira aku menyiapkan pengeluaran sekitar 1154,25 EUR.
Kalau dibulatkan, jadinya 1200 EUR.

***

Penjelasannya sebagai berikut

  1. Wohnung yang kutinggali memiliki 2 kamar, jadinya harganya segitu. Kalau 1 kamar, mungkin aku bakal tinggal di Wohnung 250 s.d. 280 EUR.
  2. Sayang sekali, aku bayar kalt Miete, bukan warm Miete, jadinya masih harus bayar listrik dan gas.
  3. Aku beli berlangganan tiket transportasi untuk perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Juga untuk menikmati akhir pekan keliling kota. Oh, ya, perjalananku dari rumah di Nürnberg, ke tempat kerjaku di Herzogenaurach, harus melewati kota Erlangen. Tiket ini kubayar 113,2 EUR per bulan. Akan tetapi kantorku yang membiayai tiket ini.
  4. Sebelum bulan Juli, aku makan di rumah dengan biaya sekitar 75 s.d. 85 EUR per bulan. Setelah itu, aku bayar sekitar 100 s.d. 115 EUR karena diet yang berbeda. Aku melakukan food combining, atau Insulin-Trennkost, suatu metode diet oleh William Howard Hay.
  5. Makan di luar kulakukan di kantin kantor dan bersama kawan-kawan di akhir pekan. Makan di luar kubutuhkan untuk bersosialisasi. Social network is the key to my survival.
  6. Di rumah, aku berlangganan DSL untuk internet dan telpon. Biaya langganan T-Online adalah 37,88 EUR per bulan.
  7. Aku juga baru membeli smartphone Doktor Galaxy. Biaya berlangganan mobile internet dan telpon flatrate adalah 25,85 EUR. Sedangkan biaya kredit smartphone dari Samsung itu adalah 50 EUR per bulan selama setahun.
  8. Biaya kebersihan adalah biaya membeli sabun mandi, shampoo, deodoran, sabun cuci pakaian, pembersih lantai, pembersih wastafel, sabun cuci piring, pembersih jendela, dll. Oh, ya, aku tak punya mesin cuci baju, jadinya aku harus pergi ke Wasch-Center. Di sana, sekali cuci 3,5 EUR dan mengeringkan pakaian 50 cent per 8 menit. Biasa kupilih 32 menit.
  9. Aku membeli baju, celana, sepatu, dan jaket tahun ini. Kuanggarkan rata-rata 20 EUR per bulan.
  10. Aku membayar asuransi yang bernama Haftpflichtversicherung atau Liability Insurance, untuk melindungiku ketika aku tak sengaja merusak barang milik orang lain. Aku wajib memiliki asuransi ini sebagai syarat menyewa Wohnung/apartemen.
  11. Dulu, untuk perpanjangan visa, kubutuhkan biaya 30 EUR, kini 80 EUR. Sekarang data biometrik visa dilakukan secara elektronik dengan standar internasional baru. Di Indonesia standar ini diterapkan dalam e-KTP. Transfer data identitas beserta biometriknya semakin mudah antar negara dan antar institusi.
  12. Perabotan yang kubeli adalah meja makan dan kursi-kursinya. Aku juga membeli perlengkapan penting pertukangan: obeng, tang, dll dalam bentuk toolkit.
  13. Jalan-jalan ke luar kota kubutuhkan untuk menyegarkan pikiran dan menambah wawasan internasional. Aku berlangganan Bahncard 50, yang kubayar per tahun sebesar 240 EUR. Kartu ini memberiku diskon 50% untuk tiket kereta antar kota di Jerman. Akan tetapi biaya langganan kartu ini juga dibiayai kantorku.
  14. Oh, ya, aku lupa memperhitungkan biaya mudik ke Indonesia. Ini karena mudik ke Indonesia tidak kuanggap hal rutin, melainkan insidental. Nanti setelah aku dapat ijin tinggal tetap (green card atau Blaue Karte atau apapun namanya), aku akan merutinkan mudik. Kini aku mudik kalau punya uang atau kalau ada panggilan penting darurat dari keluarga.

***

Aku menganggarkan 1200 EUR per bulan untuk biaya hidup sebagai pekerja terdidik di Jerman. Apakah pengeluaranku cuma segitu?

Ternyata tidak. Ada pengeluaran lain, yaitu untuk menabung berjangka. Di Indonesia, aku merasakan tabungan berjangka dari NISP dan asuransi berjangka dari Manulife (kalau tidak salah. Aku lupa). Beginilah pengeluaranku untuk tabungan di Jerman.

Biaya Tabungan

  1. Rekening berbunga, Sparkonto = 250 EUR
  2. Tabungan berjangka, Bauspar = 100 EUR
  3. Tabungan hari tua, private Rentenversicherung = 150 EUR 

TOTAL Menabung = 500 EUR per bulan

Pengeluaranku per bulan jadi 1200 EUR + 500 EUR = 1700 EUR per bulan

***

Kok, aku tidak membayar asuransi kesehatan (dan jaminan sosial)?
Sebagai seorang pekerja di Jerman, gajiku secara otomatis dipotong untuk asuransi kesehatan wajib dan jaminan sosial. Anggaran pengeluaran kurencanakan dari gaji bersih (netto), bukan dari gaji kotor (brutto).

***

Seri biaya hidup lainnya bisa dibaca di posting blog berikut

Selamat Hidup Hemat!
Selamat Foya-foya! 

 

Nürnberg, 17 November 2012

iscab.saptocondro

Sunday, November 11, 2012

Nuremberg dekat Praha

Suatu hari, aku bertemu dengan cewek seksi, yang ternyata berasal dari jurusan Teknik Elektro arus kuat. Biasanya sih, kalau dengar kata Teknik Elektro, aku tidak mungkin mengasosiakan dengan wanita seksi. Apalagi, kata Arus Kuat. Bayanganku tentang arus kuat adalah aku di-OSPEK dengan cara gendong orang, push up berantai, disuruh naik gedung tinggi lalu melambaikan tangan ke lab kalau sudah sampai atas, dll. Kali ini aku bertemu wanita seksi lulusan jurusan tadi. Dia mengajakku pergi ke Praha secara mendadak. 

Ternyata Nürnberg dan Praha itu dekat. Ada jalan bebas hambatan yang langsung menghubungkan keduanya. Nürnberg atau Nurenberg di Jerman, sedangkan Praha atau Prague di Ceko. Di jalan tersebut di Jerman, mobil sempat melaju dengan kecepatan 220 km/jam. Sampailah di Praha, dalam waktu kurang dari 3 jam.

Di Praha, mobil diparkir di Nove Mesto (New Town), tepatnya antara National Museum dan National Theater. Kami pun berfoto di Wenceslas Square. Salju turun dan mentari tak bersinar dengan indah. Jadinya foto-fotoku tidak mantap. Tapi karena acara ini dadakan, jadinya aku tidak merasa kecewa. Mudah-mudahan bisa ke sini lagi di lain waktu dengan kamera yang lebih baik dan suasana lebih asyik.

Praha adalah kawasan Bohemia di Ceko. Jaman dulu, para Bohemian Scholar, dari Praha pergi ke Jerman untuk merayu gadis-gadis Jerman dengan cerita-cerita kehidupan (kuliah) Bohemia. Dulu Jerman, berisi kampung peternakan dan Ceko adalah negara maju dengan universitas yang maju. Jaman sekarang, yang aku tahu tentang Bohemia adalah lagu Bohemian Rhapsody dari Queen.

Dari Nove Mesto, kami pun berjalan kilat menuju Stare Mesto (Old Town), bersama penunjuk jalan seorang mahasiswi di Praha. Dalam perjalanan, tentu saja membeli oleh-oleh murah dari pedagang kaki lima. Museum sex toy pun kami lewati. Tidak kamu kunjungi. Sampailah kami di alun-alun kota (Old Town Square), dengan banyak bangunan gothik dan barok.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Mala Strana (Lesser Town). Untuk menuju ke sana dari Stare Mesto, harus lewat jembatan karena ada sungai Vltava. Jembatan yang terkenal adalah Charles Bridge. Karena salju yang licin, sulit sekali menari Charleston dengan iringan Party Rock dari LMFAO. Kami pun hanya memotret kastil Praha dan Katedral St. Vitus dari jembatan ini.

Di Mala Strana, kami pun menikmati suasana malam Praha. Kafe-kafe murah yang sering dikunjungi mahasiswa-mahasiswi Bohemia. Minuman khas daerah ini adalah Slivovice dan bir Pilsener. Slivovice adalah minuman hasil fermentasi buah Plum. Cara menyebutnya dalam Bahasa Indonesia adalag Slivovitsa. Pilsener adalah bir yang dibuat dengan metode Pilsen.

Setelah menikmati malam, kami pun pergi menuju Metro terdekat untuk naik kereta bawah tanah menuju museum. Kami pun pulang dengan mobil menuju Nürnberg. Perjalanan kali ini, tidak ditempuh dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Jalan bersalju, terlalu licin untuk mobil yang tidak memakai ban musim dingin. Kecepatan cukup 60 km/jam saja

Akhirnya sampailah kami di Nürnberg. Akupun terkapar lelah dan teralkoholisasi. Bangun pun dalam keadaan hang over. Aku pun lupa pergi ke Praha sama siapa aja.
Seperti kata cewek seksi Elektro Arus Kuat tersebut, "What happens in Prague, stays in Prague". Kok, aku bisa ingat kata-katanya, yah?

***

Oh, ya, inilah lagu Bohemian Rhapsody yang dinyanyikan sesampainya di Praha

Inilah Charleston Dance yang biasa dipakai menari di Charles Bridge

Biasanya menggunakan irama Party Rock dari LMFAO

Ini sejarah Charleston Dance di tahun 1920-an.

This is the roaring 20's! 

Nürnberg, 11 November 2012

iscab.saptocondro

Friday, November 2, 2012

Menanti

Semenjak tinggal di Jerman, kemampuanku berkurang dalam hal menunggu. Aku menjadi malas menanti orang walau kami telah mengucap janji.

Penantian menjadi suatu hal yang tak menyenangkan ketika aku tak membawa buku atau bahan bacaan lainnya. Perangkat genggam cerdas bisa menemaniku mengalihkan kebosanan dalam menunggu. Namun ada dilema dalam memilih panjang-pendek bahan bacaan. Aku senang membaca hal-hal online digital secara tuntas. Jadi bahan bacaan panjang bisa terpotong kalau orang yang ditunggu tiba-tiba datang.

Oh, ya, dipikir-pikir, aku juga sedang menanti jodoh yang tak kunjung tiba. Selama masa penantianku, aku lebih baik membaca aja. Kubaca lembar-lembar buku kehidupanku yang selalu berisi orang-orang yang mengisi relung-relung jiwaku dengan cinta.

Kemana ini, orang yang mau mampir ke rumahku? Kutunggu namun belum datang jua.

Nürnberg, 2 November 2012

iscab.saptocondro

Saturday, October 20, 2012

Goyang Kuntilanak Merah

Teringat pesan dari seorang intelijen Melayu.

Jika suster yang seharusnya ngesot bisa keramas, maka pocong bisa cukur ketiak sambil lompat-lompat. - SuaraIntel

Nah, kali ini aku ingin bercerita lagi tentang Kuntilanak. Aku mendengar cerita di kota Nürnberg ini, ada Kuntilanak Merah. Aku kira dia hanya beredar di sekitar kampus perguruan tinggi negeri Depok, tempat Si Mbah kuliah. Ternyata di suatu asrama mahasiswa di Nürnberg ini, aura merah Mbak Kunti ini bisa dirasakan oleh beberapa orang.

Di apartemenku, memang sempat kudengar tangisan perempuan di balik pintu seperti yang telah kuceritakan dulu. Tapi dia bukanlah "La Roja", Kuntilanak Merah. Dia hanyalah tetanggaku. Kejadian tersebut membuatku merenungkan suatu lagu atau tembang, tentang Kuntilanak. Terkadang kulakukan pula ritual mandi kembang tengah malam untuk mencari inspirasi.

Suatu hari, tanpa diduga, kawanku meminta lagu untuk membuat Kuntilanak Merah bisa bergoyang bagaikan Ayu Ting Ting menari  Geol Mujaer yang mistis. Sel-sel otak kawanku ini mungkin keracunan thesisnya di bidang Neural Network untuk menentukan harga menginap di hotel. Mungkin dia berharap hotel-hotel tersebut bisa menguntungkan secara ekonomis jika ada goyangan Kuntilanak. Apalagi kalau warnanya merah, bagaikan lampu red light district di Jalan Frauentormauer, Nürnberg (foto).

Seperti kata James Redfield, dalam bukunya: "The Celestine Prophecy", kita harus tetap waspada terhadap peristiwa kebetulan (wiki:en,de). Pada suatu kejadian kebetulan, ada kawan meminta lagu untuk membuat Kuntilanak bergoyang. Lalu ada kejadian kebetulan lagi, ada informasi intelijen gaib tentang kidung Kuntilanak. Namanya Kidung Lingsir Wengi.

Pada kebetulan lain, kutemukan Kidung Lingsir Wengi di Youtube. Tembang yang memuat mistisme Jawa. Namun kawanku lebih minat suatu tembang Kuntilanak dengan mistisme Cirebon, sesuai dengan hasil kontemplasiku ketika mandi kembang tengah malam tadi. Hal ini dikatakan kawanku dalam perjalanan kerja dari Nürnberg, menuju Erlangen, untuk kemudian sampai Herzogenaurach.

Sebagai pahlawan pembela kebetulan, aku menemukan kebetulan lagi. Kutemukan lagu tentang Kuntilanak dengan semangat Cirebonan, dari Cucun Novia. Judulnya "Waru Doyong". Seperti yang sudah kuceritakan dulu, pohon yang miring karena sering diduduki Kuntilanak disebut waru doyong. Jika penonton MTV disebut "Anak Nongkrong" dan pemilik Trans Corp disebut "Anak Singkong", maka Mbak Kunti yang di pohon waru doyong disebut "Kuntilanak Nongkrong".

Mari kita bandingkan lagu untuk Kuntilanak dengan mistisme Jawa Tengah dan mistisme Cirebon. Entah lagu mana yang bisa membuat Kuntilanak Merah bisa bergoyang.

Lingsir Wengi:

Waru Doyong, dari Cucun Novia

Di blog lain, aku akan bercerita lebih lanjut tentang Kuntilanak berambut gondrong, makan singkong, sama King Kong, dari Hongkong, sambil nongkrong, di Waru Doyong. 

Nürnberg, 20 Oktober 2012

iscab.saptocondro

Sunday, September 9, 2012

Mandi kembang tengah malam dalam jazz

Air memiliki makna spiritual dalam berbagai macam kebudayaan. Dalam tradisi Indonesia (Jawa, Sunda, Bali, dll), beberapa mata air dikeramatkan. Dalam tradisi Kristen, air adalah dipakai dalam pembabtisan dan pembaharuan janji babtis. Dibabtis berarti menjadi manusia baru dan meninggalkan dosa lama. Air di sini lambang pembersihan dari dosa. Dalam tradisi Islam, air dipakai untuk wudhu. Sebelum berdoa, orang harus membersihkan dirinya terlebih dahulu.

Dalam tradisi Jawa, sebelum menikah ada mandi kembang pada saat "Midodareni". Juga ada mandi kembang tengah malam. Ada yang bilang jika mandi kembang tujuh rupa pada tengah malam, akan cepat dapat jodoh atau kasih tak sampai bisa berubah haluan menjadi sampai. Ada juga yang bilang mandi kembang tengah malam akan memikat pria.

Dalam lagu Caca Handika "Mandi Kembang Tengah Malam", seorang wanita ingin balik kepada pria yang ditinggalkannya dan disakiti hatinya dulu. Dengan mandi kembang, wanita tadi berharap pria itu kembali padanya. Sang Pria berkata kalau untuk meminta maaf tak perlu mandi kembang dan Sang Pria langsung memaafkannya. Betul-betul pria berhati besar. Nasib Caca Handika lebih baik daripada diriku. Wanita yang kukasihi tidak mau balik padaku jadinya aku lebih baik mencari yang lain. Move on, gitu loh!

Penjelasan non mistik dari mandi kembang adalah begini. Kembang alias bunga memiliki serangkaian senyawa ester dan eter yang memiliki aroma khas. Aroma ini menarik banyak hewan, dari insekta hingga mamalia. Salah satu spesies mamalia, yaitu Homo Sapiens, tertarik dengan aroma mawar, melati, anggrek, dll tergantung selera masing-masing individu. Di wikipedia, ada penjelasan mengenai ester (id,en,de) dan eter (id, Ether en, Ästher de).

Pada teknologi pembuatan parfum modern. Kembang dimasukkan ke dalam air atau larutan alkohol yang diaduk. Setelah beberapa lama, air yang berisi larutan sari kembang diambil. Dengan proses destilasi, ester dan eter bisa diambil secara terpisah. Kadang ester dihidrogenisasi untuk memisahkan asam lemak dan eter. Jadilah bibit parfum.

Cara lain adalah dengan mesin espresso. Uap air panas bertekanan tinggi dialirkan ke kembang. Setelah uap mengembun, didapatkan sari kembang. Sari kembang ini diolah seperti di atas untuk mendapatkan bibit parfum. Kemudian bibit parfum dicampur dengan bibit parfum lainnya untuk memperoleh aroma parfum yang berbeda-beda.

Pada tradisi parfum jaman raja-raja Jawa dulu, kembang baru sampai tahap dimasukkan dalam air untuk memperoleh wanginya. Kemudian air ini langsung dibasuhkan kepada tubuh. Setelah mandi kembang, diharapkan aroma kembang ini bisa menarik pria.

Kembali ke judul. Akhir-akhir ini aku sering mandi kembang tengah malam. Hal ini bukan kulakukan untuk membuatku tahir dari segenap cacat asmara yang kumiliki. Aku tak percaya fakir jodoh bisa dientaskan dengan mandi kembang tengah malam. Acara ini kulakukan karena aku baru sempat dan kuat mandi pada tengah malam. Aku pulang kerja malam, lalu beristirahat (mengolah makanan, makan, istirahat, santai). Setelah badan kaga keringatan dan makanan tercerna, barulah aku mandi. Inilah alasan mandi tengah malam.

Pada mandi tengah malam ini, kembang yang kugunakan adalah Lavender. OK, lebih tepatnya sih sabun dengan tulisan sari bunga Lavender dari pegunungan Alpen. Ester yang terdapat dalam bunga lavender adalah Linalil asetat. Aromanya asyik.

Dengan diiringi musik jazz, dari smartphone Samsung Galaxy S III yang baru kubeli kredit bulan Agustus lalu, aku mandi kembang tengah malam. Betul-betul relax. Tubuhku dipijat secara lembut dengan semburan air dari shower. Tanganku membasuh segenap permukaan tubuhku. Kadang kupijat bahu dan leherku dengan tangan yang penuh sabun aroma Lavender. Setiap bulir-bulir air yang menetes membuat jiwaku berkata "Selamat tinggal segala penat!".

Aku pun bersyukur pada Tuhan dan teringat Matius 6:34 "Janganlah kamu kuatir akan hari besok karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Keringat, daki, dan air mata mengalir bersama basuhan air shower dan alunan musik jazz. Semoga seluruh dosaku dan pikiran negatif terhanyut dalam aliran ini.

Andai Caca Handika bisa bermain musik jazz, mungkin aku akan mendengar "Mandi Kembang Tengah Malam" dalam jazz. Walaupun dangdut is the music of my country, seperti kata Project Pop, aku suka musik jazz. Seperti kata seniorku di ITB, daripada musik metal, lebih baik musik jazz. Seperti kata lagu rohani, dalam Jazz kita bersaudara. Kuingat selalu akan Jazz yang pernah berkata "Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup" (Yohanes 14:6).

***

Inilah lagu "Mandi Kembang Tengah Malam" yang dinyanyikan Caca Handika bukan dalam jazz.

***

Ini petuah seniorku di ITB dulu tentang musik jazz.

***

Nürnberg, 9 September 2012

iscab.saptocondro

Sunday, June 10, 2012

Teori Konstipasi

Hari ini, aku tidak ingin membicarakan teori konspirasi antara Justin Bieber dean Freemasonry, atau Lady Gaga dengan Illuminati, atau Dewa 19 dengan pemuja setan di Gunung Semeru, seperti tulisan sebelumnya. Aku juga tidak akan bicara tentang film Conspiracy Theory (wiki, imdb), yang dibintangi oleh Mel Gibson dan Julia Roberts, meskipun lagu soundtrack "Can't Take My Eyes Off of You" yang dinyanyikan Lauryn Hill selalu berputar di kepalaku. Aku juga tidak akan membicarakan tentang teori konspirasi Bielefeld (Die Bielefeld-Verschwörung, wiki: de,en) walaupun asyik kalau dipakai obrolan jika bertemu orang asal Bielefeld.

Hari ini, aku ingin membicarakan suatu teori yang dikemukakan oleh para bijaksana dari PPI Berlin. Aku mendengarkan teori ini, ketika tiga minggu lalu, pergi Sportfest PPI Karlsruhe, bersama PPI Franken++ (maksudnya plus atlit senior, sopir, dan fotografer serta supporter). Nama teori ini adalah teori konstipasi.

Beginilah teori konstipasi tersebut. Seorang mahasiswa dari PPI Berlin berkata sama teman sekotanya "Aduh sembelit, nih. Mustinya aku makan makanan basi supaya lancar ke WC." Temannya memperhatikan dengan muka serius.

Aku pun tertawa mendengar teori yang penuh kebijaksanaan tersebut, juga wajah serius penuh perhatian dari pendengar teori tersebut. Kayanya mereka bukan mahasiswa kedokteran. Tapi yang pasti, mereka senasib dengan kebanyakan mahasiswa perantauan lainnya, yaitu seperti lagu dari Janet Jackson: "Nasib Anak Kos".





Nürnberg, 10 Juni 2012

iscab.saptocondro

P.S. Lagu "That's the Way Love Goes" dari Janet Jackson dibuat menjadi parodi "Nasib Anak Kos" oleh Padhyangan Project di tahun 90-an.

Thursday, May 24, 2012

Bertemu Sekjen PPI Jerman

Suatu hari di Nürnberg, di tempat yang sama aku menghabiskan 20 menit bersama ketua PPI Franken, aku bertemu dengan Sekjen PPI Jerman 2010-2012, yaitu Hartono Sugih. PPI Jerman singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (web). Sekjen singkatan dari Sekretaris Jendral, atau General Secretary. General artinya umum. Sekretaris artinya pembantu. Jadi Sekjen itu Pembantu Umum, yang kerjaannya secara umum adalah menjadi pembantu. Saat itu, Sugih membantu Ketua PPI Franken membuat bakwan.

Hartono Sugih kuliah informatik di Freie Universität Berlin (FU) dan sedang menyelesaikan tugas akhirnya (Bachelorarbeit). Menurut Twitternya, Beliau ini percaya astrologi. Selain astrologi, dia memiliki minat di bidang politik, makanya dia jadi Sekjen PPI Jerman dan selalu terlibat dalam setiap penentuan ketua PPI Berlin.

Dari kameranya, kulihat kalau dia senang fotografi, sebagaimana dari blognya di sana dan di sini. Sesuai jabatannya sebagai pembantu umum (Sekjen), dia juga membantuku menjelaskan mengenai teknik fotografi menggunakan kamera Canon. Maklum, seorang Olympian sepertiku lebih cocok megang Nikon daripada Canon.

Sugih menginap di Nürnberg semalam sebelum kami semua berangkat ke Sportfest PPI Karlsruhe 2012. Kami banyak mengobrol tentang dunia politik PPI Berlin dan PPI Jerman. Juga tentang facebook PPI Jerman yang akhir-akhir ini diisi dengan pertanyaan lugu remaja Indonesia yang ingin kuliah di Jerman dan jawaban sadis dari para pelajar Indonesia yang sedang/sudah kuliah di Jerman. Sugih bermimpi tentang PPI Jerman yang terbebas dari ikatan parpol dan lembaga agama tertentu. PPI Jerman untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tanpa memandang latar belakang politik dan agama.

Semalam di Nürnberg dan dua hari di Karlsruhe, kuperoleh kesan bahwa Sugih adalah orang yang humoris, pendengar yang baik, pemikir yang tajam dan dalam, serta pandai bergaul. Dalam berpolitik, dia adalah orang yang tekun membangun jaringan dan bukan orang yang senang dengan hal-hal instan. Semoga Beliau menjadi ketua PPI Jerman berikutnya.

Hari itu, Sugih kutemui dalam keadaan berkumis seperti tampangnya dulu di video aksi protes PPI Berlin terhadap kunjungan Komisi I DPR Republik Indonesia. Kalau kuingat bakwan yang kumakan dalam perjalanan ke Karlsruhe, aku jadi ingin menamakannya Bakwan Pak Kumis.

Mari kita nonton video aksi Pak Kumis.

Nürnberg, 24 Mei 2012

iscab.saptocondro

P.S. Di Karlsruhe, kamera yang kugunakan adalah Canon EOS 5D