Sunday, November 18, 2012

Biaya hidupku di Nürnberg tahun 2012

Dulu aku pernah menulis tentang biaya hidup di Bremen (tautan di bawah). Kini aku ingin menulis tentang biaya hidupku di Nürnberg. Berhubung aku sudah bukan mahasiswa lagi, melainkan sudah bekerja sebagai tukang insinyur seperti Si Doel yang sudah lulus sekolah, aku hidup tidak terlalu hemat lagi.

***

Biaya Bulanan

  1. Bayar sewa Wohnung (apartemen) = 435 EUR
  2. Listrik + Gas = 96 EUR
  3. Tiket transportasi VGN = 120 EUR
  4. Makan di rumah = 100 EUR
  5. Makan di luar = 150 EUR
  6. Internet + Telpon di rumah = 38 EUR
  7. Internet + Telpon dalam genggaman = 30 EUR
  8. Kredit smartphone = 50 EUR
  9. Kebersihan = 40 EUR
  10. Sandang (pakaian, sepatu, asesori) = 20 EUR 

TOTAL Bulanan = 1079 EUR

 

Biaya Tahunan

  1. Asuransi waspada (Haftpflichtversicherung) = 73 EUR
  2. Perpanjangan visa = 80 EUR
  3. Perabotan = 250 EUR
  4. Jalan-jalan ke luar kota/negeri = 500 EUR

TOTAL Tahunan = 903 EUR

Biaya tahunan dibagi 12 = 75,25 EUR

Jadi per bulan, kira-kira aku menyiapkan pengeluaran sekitar 1154,25 EUR.
Kalau dibulatkan, jadinya 1200 EUR.

***

Penjelasannya sebagai berikut

  1. Wohnung yang kutinggali memiliki 2 kamar, jadinya harganya segitu. Kalau 1 kamar, mungkin aku bakal tinggal di Wohnung 250 s.d. 280 EUR.
  2. Sayang sekali, aku bayar kalt Miete, bukan warm Miete, jadinya masih harus bayar listrik dan gas.
  3. Aku beli berlangganan tiket transportasi untuk perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Juga untuk menikmati akhir pekan keliling kota. Oh, ya, perjalananku dari rumah di Nürnberg, ke tempat kerjaku di Herzogenaurach, harus melewati kota Erlangen. Tiket ini kubayar 113,2 EUR per bulan. Akan tetapi kantorku yang membiayai tiket ini.
  4. Sebelum bulan Juli, aku makan di rumah dengan biaya sekitar 75 s.d. 85 EUR per bulan. Setelah itu, aku bayar sekitar 100 s.d. 115 EUR karena diet yang berbeda. Aku melakukan food combining, atau Insulin-Trennkost, suatu metode diet oleh William Howard Hay.
  5. Makan di luar kulakukan di kantin kantor dan bersama kawan-kawan di akhir pekan. Makan di luar kubutuhkan untuk bersosialisasi. Social network is the key to my survival.
  6. Di rumah, aku berlangganan DSL untuk internet dan telpon. Biaya langganan T-Online adalah 37,88 EUR per bulan.
  7. Aku juga baru membeli smartphone Doktor Galaxy. Biaya berlangganan mobile internet dan telpon flatrate adalah 25,85 EUR. Sedangkan biaya kredit smartphone dari Samsung itu adalah 50 EUR per bulan selama setahun.
  8. Biaya kebersihan adalah biaya membeli sabun mandi, shampoo, deodoran, sabun cuci pakaian, pembersih lantai, pembersih wastafel, sabun cuci piring, pembersih jendela, dll. Oh, ya, aku tak punya mesin cuci baju, jadinya aku harus pergi ke Wasch-Center. Di sana, sekali cuci 3,5 EUR dan mengeringkan pakaian 50 cent per 8 menit. Biasa kupilih 32 menit.
  9. Aku membeli baju, celana, sepatu, dan jaket tahun ini. Kuanggarkan rata-rata 20 EUR per bulan.
  10. Aku membayar asuransi yang bernama Haftpflichtversicherung atau Liability Insurance, untuk melindungiku ketika aku tak sengaja merusak barang milik orang lain. Aku wajib memiliki asuransi ini sebagai syarat menyewa Wohnung/apartemen.
  11. Dulu, untuk perpanjangan visa, kubutuhkan biaya 30 EUR, kini 80 EUR. Sekarang data biometrik visa dilakukan secara elektronik dengan standar internasional baru. Di Indonesia standar ini diterapkan dalam e-KTP. Transfer data identitas beserta biometriknya semakin mudah antar negara dan antar institusi.
  12. Perabotan yang kubeli adalah meja makan dan kursi-kursinya. Aku juga membeli perlengkapan penting pertukangan: obeng, tang, dll dalam bentuk toolkit.
  13. Jalan-jalan ke luar kota kubutuhkan untuk menyegarkan pikiran dan menambah wawasan internasional. Aku berlangganan Bahncard 50, yang kubayar per tahun sebesar 240 EUR. Kartu ini memberiku diskon 50% untuk tiket kereta antar kota di Jerman. Akan tetapi biaya langganan kartu ini juga dibiayai kantorku.
  14. Oh, ya, aku lupa memperhitungkan biaya mudik ke Indonesia. Ini karena mudik ke Indonesia tidak kuanggap hal rutin, melainkan insidental. Nanti setelah aku dapat ijin tinggal tetap (green card atau Blaue Karte atau apapun namanya), aku akan merutinkan mudik. Kini aku mudik kalau punya uang atau kalau ada panggilan penting darurat dari keluarga.

***

Aku menganggarkan 1200 EUR per bulan untuk biaya hidup sebagai pekerja terdidik di Jerman. Apakah pengeluaranku cuma segitu?

Ternyata tidak. Ada pengeluaran lain, yaitu untuk menabung berjangka. Di Indonesia, aku merasakan tabungan berjangka dari NISP dan asuransi berjangka dari Manulife (kalau tidak salah. Aku lupa). Beginilah pengeluaranku untuk tabungan di Jerman.

Biaya Tabungan

  1. Rekening berbunga, Sparkonto = 250 EUR
  2. Tabungan berjangka, Bauspar = 100 EUR
  3. Tabungan hari tua, private Rentenversicherung = 150 EUR 

TOTAL Menabung = 500 EUR per bulan

Pengeluaranku per bulan jadi 1200 EUR + 500 EUR = 1700 EUR per bulan

***

Kok, aku tidak membayar asuransi kesehatan (dan jaminan sosial)?
Sebagai seorang pekerja di Jerman, gajiku secara otomatis dipotong untuk asuransi kesehatan wajib dan jaminan sosial. Anggaran pengeluaran kurencanakan dari gaji bersih (netto), bukan dari gaji kotor (brutto).

***

Seri biaya hidup lainnya bisa dibaca di posting blog berikut

Selamat Hidup Hemat!
Selamat Foya-foya! 

 

Nürnberg, 17 November 2012

iscab.saptocondro

Sunday, November 11, 2012

Nuremberg dekat Praha

Suatu hari, aku bertemu dengan cewek seksi, yang ternyata berasal dari jurusan Teknik Elektro arus kuat. Biasanya sih, kalau dengar kata Teknik Elektro, aku tidak mungkin mengasosiakan dengan wanita seksi. Apalagi, kata Arus Kuat. Bayanganku tentang arus kuat adalah aku di-OSPEK dengan cara gendong orang, push up berantai, disuruh naik gedung tinggi lalu melambaikan tangan ke lab kalau sudah sampai atas, dll. Kali ini aku bertemu wanita seksi lulusan jurusan tadi. Dia mengajakku pergi ke Praha secara mendadak. 

Ternyata Nürnberg dan Praha itu dekat. Ada jalan bebas hambatan yang langsung menghubungkan keduanya. Nürnberg atau Nurenberg di Jerman, sedangkan Praha atau Prague di Ceko. Di jalan tersebut di Jerman, mobil sempat melaju dengan kecepatan 220 km/jam. Sampailah di Praha, dalam waktu kurang dari 3 jam.

Di Praha, mobil diparkir di Nove Mesto (New Town), tepatnya antara National Museum dan National Theater. Kami pun berfoto di Wenceslas Square. Salju turun dan mentari tak bersinar dengan indah. Jadinya foto-fotoku tidak mantap. Tapi karena acara ini dadakan, jadinya aku tidak merasa kecewa. Mudah-mudahan bisa ke sini lagi di lain waktu dengan kamera yang lebih baik dan suasana lebih asyik.

Praha adalah kawasan Bohemia di Ceko. Jaman dulu, para Bohemian Scholar, dari Praha pergi ke Jerman untuk merayu gadis-gadis Jerman dengan cerita-cerita kehidupan (kuliah) Bohemia. Dulu Jerman, berisi kampung peternakan dan Ceko adalah negara maju dengan universitas yang maju. Jaman sekarang, yang aku tahu tentang Bohemia adalah lagu Bohemian Rhapsody dari Queen.

Dari Nove Mesto, kami pun berjalan kilat menuju Stare Mesto (Old Town), bersama penunjuk jalan seorang mahasiswi di Praha. Dalam perjalanan, tentu saja membeli oleh-oleh murah dari pedagang kaki lima. Museum sex toy pun kami lewati. Tidak kamu kunjungi. Sampailah kami di alun-alun kota (Old Town Square), dengan banyak bangunan gothik dan barok.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Mala Strana (Lesser Town). Untuk menuju ke sana dari Stare Mesto, harus lewat jembatan karena ada sungai Vltava. Jembatan yang terkenal adalah Charles Bridge. Karena salju yang licin, sulit sekali menari Charleston dengan iringan Party Rock dari LMFAO. Kami pun hanya memotret kastil Praha dan Katedral St. Vitus dari jembatan ini.

Di Mala Strana, kami pun menikmati suasana malam Praha. Kafe-kafe murah yang sering dikunjungi mahasiswa-mahasiswi Bohemia. Minuman khas daerah ini adalah Slivovice dan bir Pilsener. Slivovice adalah minuman hasil fermentasi buah Plum. Cara menyebutnya dalam Bahasa Indonesia adalag Slivovitsa. Pilsener adalah bir yang dibuat dengan metode Pilsen.

Setelah menikmati malam, kami pun pergi menuju Metro terdekat untuk naik kereta bawah tanah menuju museum. Kami pun pulang dengan mobil menuju Nürnberg. Perjalanan kali ini, tidak ditempuh dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Jalan bersalju, terlalu licin untuk mobil yang tidak memakai ban musim dingin. Kecepatan cukup 60 km/jam saja

Akhirnya sampailah kami di Nürnberg. Akupun terkapar lelah dan teralkoholisasi. Bangun pun dalam keadaan hang over. Aku pun lupa pergi ke Praha sama siapa aja.
Seperti kata cewek seksi Elektro Arus Kuat tersebut, "What happens in Prague, stays in Prague". Kok, aku bisa ingat kata-katanya, yah?

***

Oh, ya, inilah lagu Bohemian Rhapsody yang dinyanyikan sesampainya di Praha

Inilah Charleston Dance yang biasa dipakai menari di Charles Bridge

Biasanya menggunakan irama Party Rock dari LMFAO

Ini sejarah Charleston Dance di tahun 1920-an.

This is the roaring 20's! 

Nürnberg, 11 November 2012

iscab.saptocondro

Friday, November 2, 2012

Menanti

Semenjak tinggal di Jerman, kemampuanku berkurang dalam hal menunggu. Aku menjadi malas menanti orang walau kami telah mengucap janji.

Penantian menjadi suatu hal yang tak menyenangkan ketika aku tak membawa buku atau bahan bacaan lainnya. Perangkat genggam cerdas bisa menemaniku mengalihkan kebosanan dalam menunggu. Namun ada dilema dalam memilih panjang-pendek bahan bacaan. Aku senang membaca hal-hal online digital secara tuntas. Jadi bahan bacaan panjang bisa terpotong kalau orang yang ditunggu tiba-tiba datang.

Oh, ya, dipikir-pikir, aku juga sedang menanti jodoh yang tak kunjung tiba. Selama masa penantianku, aku lebih baik membaca aja. Kubaca lembar-lembar buku kehidupanku yang selalu berisi orang-orang yang mengisi relung-relung jiwaku dengan cinta.

Kemana ini, orang yang mau mampir ke rumahku? Kutunggu namun belum datang jua.

Nürnberg, 2 November 2012

iscab.saptocondro

Saturday, October 20, 2012

Goyang Kuntilanak Merah

Teringat pesan dari seorang intelijen Melayu.

Jika suster yang seharusnya ngesot bisa keramas, maka pocong bisa cukur ketiak sambil lompat-lompat. - SuaraIntel

Nah, kali ini aku ingin bercerita lagi tentang Kuntilanak. Aku mendengar cerita di kota Nürnberg ini, ada Kuntilanak Merah. Aku kira dia hanya beredar di sekitar kampus perguruan tinggi negeri Depok, tempat Si Mbah kuliah. Ternyata di suatu asrama mahasiswa di Nürnberg ini, aura merah Mbak Kunti ini bisa dirasakan oleh beberapa orang.

Di apartemenku, memang sempat kudengar tangisan perempuan di balik pintu seperti yang telah kuceritakan dulu. Tapi dia bukanlah "La Roja", Kuntilanak Merah. Dia hanyalah tetanggaku. Kejadian tersebut membuatku merenungkan suatu lagu atau tembang, tentang Kuntilanak. Terkadang kulakukan pula ritual mandi kembang tengah malam untuk mencari inspirasi.

Suatu hari, tanpa diduga, kawanku meminta lagu untuk membuat Kuntilanak Merah bisa bergoyang bagaikan Ayu Ting Ting menari  Geol Mujaer yang mistis. Sel-sel otak kawanku ini mungkin keracunan thesisnya di bidang Neural Network untuk menentukan harga menginap di hotel. Mungkin dia berharap hotel-hotel tersebut bisa menguntungkan secara ekonomis jika ada goyangan Kuntilanak. Apalagi kalau warnanya merah, bagaikan lampu red light district di Jalan Frauentormauer, Nürnberg (foto).

Seperti kata James Redfield, dalam bukunya: "The Celestine Prophecy", kita harus tetap waspada terhadap peristiwa kebetulan (wiki:en,de). Pada suatu kejadian kebetulan, ada kawan meminta lagu untuk membuat Kuntilanak bergoyang. Lalu ada kejadian kebetulan lagi, ada informasi intelijen gaib tentang kidung Kuntilanak. Namanya Kidung Lingsir Wengi.

Pada kebetulan lain, kutemukan Kidung Lingsir Wengi di Youtube. Tembang yang memuat mistisme Jawa. Namun kawanku lebih minat suatu tembang Kuntilanak dengan mistisme Cirebon, sesuai dengan hasil kontemplasiku ketika mandi kembang tengah malam tadi. Hal ini dikatakan kawanku dalam perjalanan kerja dari Nürnberg, menuju Erlangen, untuk kemudian sampai Herzogenaurach.

Sebagai pahlawan pembela kebetulan, aku menemukan kebetulan lagi. Kutemukan lagu tentang Kuntilanak dengan semangat Cirebonan, dari Cucun Novia. Judulnya "Waru Doyong". Seperti yang sudah kuceritakan dulu, pohon yang miring karena sering diduduki Kuntilanak disebut waru doyong. Jika penonton MTV disebut "Anak Nongkrong" dan pemilik Trans Corp disebut "Anak Singkong", maka Mbak Kunti yang di pohon waru doyong disebut "Kuntilanak Nongkrong".

Mari kita bandingkan lagu untuk Kuntilanak dengan mistisme Jawa Tengah dan mistisme Cirebon. Entah lagu mana yang bisa membuat Kuntilanak Merah bisa bergoyang.

Lingsir Wengi:

Waru Doyong, dari Cucun Novia

Di blog lain, aku akan bercerita lebih lanjut tentang Kuntilanak berambut gondrong, makan singkong, sama King Kong, dari Hongkong, sambil nongkrong, di Waru Doyong. 

Nürnberg, 20 Oktober 2012

iscab.saptocondro

Sunday, September 9, 2012

Mandi kembang tengah malam dalam jazz

Air memiliki makna spiritual dalam berbagai macam kebudayaan. Dalam tradisi Indonesia (Jawa, Sunda, Bali, dll), beberapa mata air dikeramatkan. Dalam tradisi Kristen, air adalah dipakai dalam pembabtisan dan pembaharuan janji babtis. Dibabtis berarti menjadi manusia baru dan meninggalkan dosa lama. Air di sini lambang pembersihan dari dosa. Dalam tradisi Islam, air dipakai untuk wudhu. Sebelum berdoa, orang harus membersihkan dirinya terlebih dahulu.

Dalam tradisi Jawa, sebelum menikah ada mandi kembang pada saat "Midodareni". Juga ada mandi kembang tengah malam. Ada yang bilang jika mandi kembang tujuh rupa pada tengah malam, akan cepat dapat jodoh atau kasih tak sampai bisa berubah haluan menjadi sampai. Ada juga yang bilang mandi kembang tengah malam akan memikat pria.

Dalam lagu Caca Handika "Mandi Kembang Tengah Malam", seorang wanita ingin balik kepada pria yang ditinggalkannya dan disakiti hatinya dulu. Dengan mandi kembang, wanita tadi berharap pria itu kembali padanya. Sang Pria berkata kalau untuk meminta maaf tak perlu mandi kembang dan Sang Pria langsung memaafkannya. Betul-betul pria berhati besar. Nasib Caca Handika lebih baik daripada diriku. Wanita yang kukasihi tidak mau balik padaku jadinya aku lebih baik mencari yang lain. Move on, gitu loh!

Penjelasan non mistik dari mandi kembang adalah begini. Kembang alias bunga memiliki serangkaian senyawa ester dan eter yang memiliki aroma khas. Aroma ini menarik banyak hewan, dari insekta hingga mamalia. Salah satu spesies mamalia, yaitu Homo Sapiens, tertarik dengan aroma mawar, melati, anggrek, dll tergantung selera masing-masing individu. Di wikipedia, ada penjelasan mengenai ester (id,en,de) dan eter (id, Ether en, Ästher de).

Pada teknologi pembuatan parfum modern. Kembang dimasukkan ke dalam air atau larutan alkohol yang diaduk. Setelah beberapa lama, air yang berisi larutan sari kembang diambil. Dengan proses destilasi, ester dan eter bisa diambil secara terpisah. Kadang ester dihidrogenisasi untuk memisahkan asam lemak dan eter. Jadilah bibit parfum.

Cara lain adalah dengan mesin espresso. Uap air panas bertekanan tinggi dialirkan ke kembang. Setelah uap mengembun, didapatkan sari kembang. Sari kembang ini diolah seperti di atas untuk mendapatkan bibit parfum. Kemudian bibit parfum dicampur dengan bibit parfum lainnya untuk memperoleh aroma parfum yang berbeda-beda.

Pada tradisi parfum jaman raja-raja Jawa dulu, kembang baru sampai tahap dimasukkan dalam air untuk memperoleh wanginya. Kemudian air ini langsung dibasuhkan kepada tubuh. Setelah mandi kembang, diharapkan aroma kembang ini bisa menarik pria.

Kembali ke judul. Akhir-akhir ini aku sering mandi kembang tengah malam. Hal ini bukan kulakukan untuk membuatku tahir dari segenap cacat asmara yang kumiliki. Aku tak percaya fakir jodoh bisa dientaskan dengan mandi kembang tengah malam. Acara ini kulakukan karena aku baru sempat dan kuat mandi pada tengah malam. Aku pulang kerja malam, lalu beristirahat (mengolah makanan, makan, istirahat, santai). Setelah badan kaga keringatan dan makanan tercerna, barulah aku mandi. Inilah alasan mandi tengah malam.

Pada mandi tengah malam ini, kembang yang kugunakan adalah Lavender. OK, lebih tepatnya sih sabun dengan tulisan sari bunga Lavender dari pegunungan Alpen. Ester yang terdapat dalam bunga lavender adalah Linalil asetat. Aromanya asyik.

Dengan diiringi musik jazz, dari smartphone Samsung Galaxy S III yang baru kubeli kredit bulan Agustus lalu, aku mandi kembang tengah malam. Betul-betul relax. Tubuhku dipijat secara lembut dengan semburan air dari shower. Tanganku membasuh segenap permukaan tubuhku. Kadang kupijat bahu dan leherku dengan tangan yang penuh sabun aroma Lavender. Setiap bulir-bulir air yang menetes membuat jiwaku berkata "Selamat tinggal segala penat!".

Aku pun bersyukur pada Tuhan dan teringat Matius 6:34 "Janganlah kamu kuatir akan hari besok karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Keringat, daki, dan air mata mengalir bersama basuhan air shower dan alunan musik jazz. Semoga seluruh dosaku dan pikiran negatif terhanyut dalam aliran ini.

Andai Caca Handika bisa bermain musik jazz, mungkin aku akan mendengar "Mandi Kembang Tengah Malam" dalam jazz. Walaupun dangdut is the music of my country, seperti kata Project Pop, aku suka musik jazz. Seperti kata seniorku di ITB, daripada musik metal, lebih baik musik jazz. Seperti kata lagu rohani, dalam Jazz kita bersaudara. Kuingat selalu akan Jazz yang pernah berkata "Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup" (Yohanes 14:6).

***

Inilah lagu "Mandi Kembang Tengah Malam" yang dinyanyikan Caca Handika bukan dalam jazz.

***

Ini petuah seniorku di ITB dulu tentang musik jazz.

***

Nürnberg, 9 September 2012

iscab.saptocondro

Sunday, June 10, 2012

Teori Konstipasi

Hari ini, aku tidak ingin membicarakan teori konspirasi antara Justin Bieber dean Freemasonry, atau Lady Gaga dengan Illuminati, atau Dewa 19 dengan pemuja setan di Gunung Semeru, seperti tulisan sebelumnya. Aku juga tidak akan bicara tentang film Conspiracy Theory (wiki, imdb), yang dibintangi oleh Mel Gibson dan Julia Roberts, meskipun lagu soundtrack "Can't Take My Eyes Off of You" yang dinyanyikan Lauryn Hill selalu berputar di kepalaku. Aku juga tidak akan membicarakan tentang teori konspirasi Bielefeld (Die Bielefeld-Verschwörung, wiki: de,en) walaupun asyik kalau dipakai obrolan jika bertemu orang asal Bielefeld.

Hari ini, aku ingin membicarakan suatu teori yang dikemukakan oleh para bijaksana dari PPI Berlin. Aku mendengarkan teori ini, ketika tiga minggu lalu, pergi Sportfest PPI Karlsruhe, bersama PPI Franken++ (maksudnya plus atlit senior, sopir, dan fotografer serta supporter). Nama teori ini adalah teori konstipasi.

Beginilah teori konstipasi tersebut. Seorang mahasiswa dari PPI Berlin berkata sama teman sekotanya "Aduh sembelit, nih. Mustinya aku makan makanan basi supaya lancar ke WC." Temannya memperhatikan dengan muka serius.

Aku pun tertawa mendengar teori yang penuh kebijaksanaan tersebut, juga wajah serius penuh perhatian dari pendengar teori tersebut. Kayanya mereka bukan mahasiswa kedokteran. Tapi yang pasti, mereka senasib dengan kebanyakan mahasiswa perantauan lainnya, yaitu seperti lagu dari Janet Jackson: "Nasib Anak Kos".





Nürnberg, 10 Juni 2012

iscab.saptocondro

P.S. Lagu "That's the Way Love Goes" dari Janet Jackson dibuat menjadi parodi "Nasib Anak Kos" oleh Padhyangan Project di tahun 90-an.

Thursday, May 24, 2012

Bertemu Sekjen PPI Jerman

Suatu hari di Nürnberg, di tempat yang sama aku menghabiskan 20 menit bersama ketua PPI Franken, aku bertemu dengan Sekjen PPI Jerman 2010-2012, yaitu Hartono Sugih. PPI Jerman singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (web). Sekjen singkatan dari Sekretaris Jendral, atau General Secretary. General artinya umum. Sekretaris artinya pembantu. Jadi Sekjen itu Pembantu Umum, yang kerjaannya secara umum adalah menjadi pembantu. Saat itu, Sugih membantu Ketua PPI Franken membuat bakwan.

Hartono Sugih kuliah informatik di Freie Universität Berlin (FU) dan sedang menyelesaikan tugas akhirnya (Bachelorarbeit). Menurut Twitternya, Beliau ini percaya astrologi. Selain astrologi, dia memiliki minat di bidang politik, makanya dia jadi Sekjen PPI Jerman dan selalu terlibat dalam setiap penentuan ketua PPI Berlin.

Dari kameranya, kulihat kalau dia senang fotografi, sebagaimana dari blognya di sana dan di sini. Sesuai jabatannya sebagai pembantu umum (Sekjen), dia juga membantuku menjelaskan mengenai teknik fotografi menggunakan kamera Canon. Maklum, seorang Olympian sepertiku lebih cocok megang Nikon daripada Canon.

Sugih menginap di Nürnberg semalam sebelum kami semua berangkat ke Sportfest PPI Karlsruhe 2012. Kami banyak mengobrol tentang dunia politik PPI Berlin dan PPI Jerman. Juga tentang facebook PPI Jerman yang akhir-akhir ini diisi dengan pertanyaan lugu remaja Indonesia yang ingin kuliah di Jerman dan jawaban sadis dari para pelajar Indonesia yang sedang/sudah kuliah di Jerman. Sugih bermimpi tentang PPI Jerman yang terbebas dari ikatan parpol dan lembaga agama tertentu. PPI Jerman untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tanpa memandang latar belakang politik dan agama.

Semalam di Nürnberg dan dua hari di Karlsruhe, kuperoleh kesan bahwa Sugih adalah orang yang humoris, pendengar yang baik, pemikir yang tajam dan dalam, serta pandai bergaul. Dalam berpolitik, dia adalah orang yang tekun membangun jaringan dan bukan orang yang senang dengan hal-hal instan. Semoga Beliau menjadi ketua PPI Jerman berikutnya.

Hari itu, Sugih kutemui dalam keadaan berkumis seperti tampangnya dulu di video aksi protes PPI Berlin terhadap kunjungan Komisi I DPR Republik Indonesia. Kalau kuingat bakwan yang kumakan dalam perjalanan ke Karlsruhe, aku jadi ingin menamakannya Bakwan Pak Kumis.

Mari kita nonton video aksi Pak Kumis.

Nürnberg, 24 Mei 2012

iscab.saptocondro

P.S. Di Karlsruhe, kamera yang kugunakan adalah Canon EOS 5D

Thursday, May 17, 2012

Dua puluh menit bersama ketua PPI Franken

Suatu hari, aku pergi bersama ketua PPI Franken. Oh, ya, Franken atau Franconia itu wilayah yang meliputi Bayern atau Bavaria sebelah Utara (wiki: de,en). Wilayah Franken yang di Bayern meliputi banyak kota: Würzburg, Nürnberg, Ansbach, Bamberg, Bayreuth, Erlangen, Herzogenaurach, dll. Dari Franken inilah tentara Salibis (The Crusaders) yang banyak memenangkan pertempuran dalam Perang Salib (Crusades). Kalau tidak ada bantuan raja-raja Franken, Vatikan bakal hancur runtuh dalam Perang Salib. 

Banyakkah mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang kuliah di Franken?
Universitas apa saja yang ada di Franken?

  • Uni Erlangen-Nürnberg (FAU)
  • Uni Bamberg (OFU)
  • Uni Bayreuth (di sini)
  • Uni Würzburg (JFU)
  • FH Nürnberg (Ohm/Ω)
  • FH Ansbach (di sini)
  • FH Hof (di sini)
  • FH Coburg (di sini)
  • FH Würzburg-Schweinfurt (FHWS)
  • FH Aschaffenburg (h-ab)
  • HS Amberg-Weiden (HAW)
  • Agustana Hochschule (AHS) di Neuendettelsau
  • Evangelische Hochschule Nürnberg (EVHN)
  • Hochschule für Musik Nürnberg-Ausburg (HFM-N-A)
  • Akademie der Bildenden Künste Nürnberg  (AdBK)

Kampusnya ada banyak, yah? Walaupun tak sebanyak jumlah kampus di kota Bandung, apalagi di Jakarta. Makanya tahun 2008, Perhimpunan Pelajar Indonesia didirikan dari, oleh, dan untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Franken. Kuucapkan selamat untuk organisasi ini pada pendiriannya. Walau blog resmi yang kaga di-update, mudah2n FB-nya tetap up to date.

Ppi-franken

Kembali ke ceritaku bersama ketua PPI Franken...

Suatu hari aku pergi bersama ketua PPI Franken, yang suka dengan jeruk nipis panas. Berbeda denganku, yang suka ngobrol dengan jeruk. Kami pergi bersama ke tempat teman di suatu asrama mahasiswa-mahasiswi di Nürnberg (de,en) untuk menumpang cuci pakaian secara murah. Begitulah nasib orang yang tak punya mesin cuci sendiri. Cucian, deh, lu! Mesin cuci butuh waktu satu jam 20 menit dan mesin pengering butuh waktu 1 jam kurang dikit. Kami pun harus menunggu.

Selama menunggu, kami bertukar pengetahuan klip video Youtube. Temanku Sang Tuan Rumah, menunjukkan suatu video. Nah, 20 menit waktu kami habiskan untuk film ini. Seorang anak muda Rusia yang bisa bersalaman dengan Presidennya, yaitu Vladimir Putin. Saksikan perjuangannya sebelum bisa bersalaman dengan Presiden.

Komentar retoris ketua PPI Franken, "20 menit waktu hidup gué dihabiskan buat nonton ginian?"

Nürnberg, 17 Mei 2012

iscab.saptocondro

Saturday, May 5, 2012

Lagu untuk Kuntilanak

Pada suatu hari di apartemenku di Nürnberg, kudengar suara perempuan menangis depan pintu. Aku berusaha meyakinkan diriku apakah suara tangisan itu betulan atau tidak. Ternyata beneran, kupingku tak salah. Kubuka pintu apartemenku, tidak ada orang depan pintu. Kutengok ke kiri dan kulihat perempuan berambut panjang hitam. Jaraknya begitu dekat, lalu...

...break dulu, ya, ceritanya...

Cerita tentang kuntilanak sangat terkenal di Asia Tenggara. Biasanya kuntilanak tampil sebagai sosok wanita berambut panjang dengan baju panjang putih. Kalau di Jakarta dan Depok, ada yang tampil dengan pakaian merah. Lokasi tempat nongkrong kuntilanak adalah waru doyong (pohon waru yang tumbuh miring). Itu kata wikipedia (id, en, su).

Biasanya kuntilanak datang dengan ketawa cekikikan. Hihihi. Kalau suara tangisan perempuan di balik pintu atau di dalam lemari, itu cerita hantu yang lain. Tapi entah kenapa mendengar suara tangisan perempuan di balik pintu apartemenku membuatku teringat kuntilanak. Mungkin aku kangen sama kunti... hi... hi... hi...

Kali ini, dengarkanlah rintihan kuntilanak.

Rintihan ini dari band asal Bandung, yaitu The PanasDalam yang dipakai untuk soundtrack film Hantu Biang Kerok (imdb, wiki). Rintihan ini diduga menginspirasi film Rintihan Kuntilanak Perawan (imdb). Keren juga, rintihannya bisa bikin Tera Patrick main film buatan Indonesia.

Karena rasa rinduku pada kuntilanak, kupersembahkan lagu Waru Doyong, tempat nongkrong Kuntilanak.

Lagu ini dipersembahkan dari Denada, ketika dia mencoba aliran Skabon (musik ska dari Cirebon). Denada Tambunan, menurut wikipedia, bukan orang Cirebon juga bukan kuntilanak serta tidak suka nongkrong di atas pohon waru doyong.

...kembali ke cerita apartemenku...

Setelah kubuka pintu apartemenku dan di sebelah kiri ada sosok perempuan berambut panjang hitam. Dia menangis meraung-raung. Dia tetanggaku (atau pacar tetanggaku) di sebelah yang tidak dibukakan pintu. Biasalah, konflik rumah tangga. Tinggal di Gostanbul memang takkan sunyi.

Semoga aku dapat mempersembahkan tembang lain untuk kuntilanak sesuai semboyan musik cadas yang memuja dunia kuburan.
Ing ngarso Sepulturo.
Ing madyo Metallico.
Tut wuri Obituary.
Walau telat, selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012.

Nürnberg, 5 Mei 2012

iscab.saptocondro

Monday, April 2, 2012

Tahun ketujuh

Sudah 6 tahun, aku tinggal di Jerman. Sekarang kumasuki tahun ketujuh seiring dengan awal bulan April ini. Tahun ketujuh aku tak pernah menjejakkan kakiku di Indonesia.

Teringat 6 tahun lalu, kejejakkan kakiku di Jerman pertama kali di bandara Hannover. Lalu naik kereta menuju stasiun utama kota itu. Bingung mencari tempat membeli tiket kereta menuju Bremen.

Sesampainya di stasiun utama Bremen, aku tidak tahu tempat sekretariat jurusanku di Uni Bremen. Aku berdebat dengan sopir taksi mengenai alamat tersebut. Aku hanya punya selembar kertas yang mungkin salah karena kurangnya persiapanku selama di Indonesia.

Sopir taksi membawaku ke gedung NW1 Uni Bremen. Di sana aku harus membayar uang 10,10 EUR. Aku tak punya 10 sen. Sopir taksi tersebut lalu berkata kalau cukup 10 EUR saja. Di gedung NW1 ini aku pun kebingungan dengan lokasi sekretariat jurusanku. Dalam gedung ini, aku tersesat.

Sekretariat jurusan kutemui setelah berkeliling gedung ini. Dari lantai 1 hingga 4, dari Barat hingga Timur. Satu hal yang kupelajari setelah aku menamatkan studi di Uni Bremen adalah sekretariat bisa berpindah tergantung pergantian personalia dalam kampus: entah sekretaris maupun Profesor.

Di sekretariat jurusan alias Master Office, aku diberikan suatu "To-Do List". Mendaftarkan diri di International Office di Verwaltungsgebäude. Melaporkan diri di imigrasi setempat yang terletak di BSU (Bremen Service University). Mendaftarkan diri untuk masuk antrian asrama. Itulah sebagian isi "To-Do List" tersebut.

Aku menghabiskan banyak waktu menimba ilmu teknik otomasi dan ilmu hidup (bukan biologi, ya!) di Bremen ini. Kalau kuhitung, nyaris lima setengah tahun, aku tinggal di Bremen. Untuk studi kuhabiskan empat setengah tahun, sedangkan seharusnya dua tahun saja. Banyak pengalamanku di sana yang kuceritakan di blogku lainnya.

Tahun lalu, di bulan Agustus, aku pindah ke Bayern. Aku bekerja di Herzogenaurach. Selama tiga bulan kutinggal di sana sembari mencari tempat tinggal di area tersebut. Di bulan November, akhirnya kudapatkan apartemen di Nürnberg. Kupilih kota ini karena di sini aku bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi serta aku butuh hingar-bingar kehidupan kota. Tinggal di Herzogenaurach terlalu sunyi untukku.

Akhir tahun tersebut, uang tabunganku habis dan batas atas kartu kreditku tercapai. Relokasi adalah komponen biaya tinggi untuk pekerja. Aku menikmati liburan natal dan tahun baru di apartemen baru tanpa bisa pergi ke mana-mana.

Kini, sudah April 2012. Kumasuki tahun ketujuh tinggal di Jerman. Aku masih belum punya kursi di apartemen ini jadi aku tak bisa mengganti lampu kamarku. Aku juga belum punya meja untuk makan dan untuk bisa menjadi tempat memotong dalam memasak. Gorden untuk jendela juga belum kumiliki. Rak untuk menaruh barang-barangku juga tidak ada, sehingga semua masih dalam kardus. Masih banyak yang harus kulakukan untuk apartemen ini. Andai aku punya istri atau pacar yang tinggal bareng mungkin apartemen ini lebih baik.

Pada tahun ketujuh ini, aku ingin bisa menjejakkan kakiku di tanah kelahiranku dan menghirup udara kota Bandung lagi. Aku ingin mendengar gelak tawa keluarga dan teman-temanku di tanah airku. Aku ingin membasuh jiwaku yang kering dengan sepercik memori masa laluku di Indonesia. Mungkin aku bisa mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari diriku.

 

Nürnberg, 1 April 2012

iscab.saptocondro 

Tahun ketujuh

Sudah 6 tahun, aku tinggal di Jerman. Sekarang kumasuki tahun ketujuh seiring dengan awal bulan April ini. Tahun ketujuh aku tak pernah menjejakkan kakiku di Indonesia.

Teringat 6 tahun lalu, kejejakkan kakiku di Jerman pertama kali di bandara Hannover. Lalu naik kereta menuju stasiun utama kota itu. Bingung mencari tempat membeli tiket kereta menuju Bremen.

Sesampainya di stasiun utama Bremen, aku tidak tahu tempat sekretariat jurusanku di Uni Bremen. Aku berdebat dengan sopir taksi mengenai alamat tersebut. Aku hanya punya selembar kertas yang mungkin salah karena kurangnya persiapanku selama di Indonesia.

Sopir taksi membawaku ke gedung NW1 Uni Bremen. Di sana aku harus membayar uang 10,10 EUR. Aku tak punya 10 sen. Sopir taksi tersebut lalu berkata kalau cukup 10 EUR saja. Di gedung NW1 ini aku pun kebingungan dengan lokasi sekretariat jurusanku. Dalam gedung ini, aku tersesat.

Sekretariat jurusan kutemui setelah berkeliling gedung ini. Dari lantai 1 hingga 4, dari Barat hingga Timur. Satu hal yang kupelajari setelah aku menamatkan studi di Uni Bremen adalah sekretariat bisa berpindah tergantung pergantian personalia dalam kampus: entah sekretaris maupun Profesor.

Di sekretariat jurusan alias Master Office, aku diberikan suatu "To-Do List". Mendaftarkan diri di International Office di Verwaltungsgebäude. Melaporkan diri di imigrasi setempat yang terletak di BSU (Bremen Service University). Mendaftarkan diri untuk masuk antrian asrama. Itulah sebagian isi "To-Do List" tersebut.

Aku menghabiskan banyak waktu menimba ilmu teknik otomasi dan ilmu hidup (bukan biologi, ya!) di Bremen ini. Kalau kuhitung, nyaris lima setengah tahun, aku tinggal di Bremen. Untuk studi kuhabiskan empat setengah tahun, sedangkan seharusnya dua tahun saja. Banyak pengalamanku di sana yang kuceritakan di blogku lainnya.

Tahun lalu, di bulan Agustus, aku pindah ke Bayern. Aku bekerja di Herzogenaurach. Selama tiga bulan kutinggal di sana sembari mencari tempat tinggal di area tersebut. Di bulan November, akhirnya kudapatkan apartemen di Nürnberg. Kupilih kota ini karena di sini aku bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi serta aku butuh hingar-bingar kehidupan kota. Tinggal di Herzogenaurach terlalu sunyi untukku.

Akhir tahun tersebut, uang tabunganku habis dan batas atas kartu kreditku tercapai. Relokasi adalah komponen biaya tinggi untuk pekerja. Aku menikmati liburan natal dan tahun baru di apartemen baru tanpa bisa pergi ke mana-mana.

Kini, sudah April 2012. Kumasuki tahun ketujuh tinggal di Jerman. Aku masih belum punya kursi di apartemen ini jadi aku tak bisa mengganti lampu kamarku. Aku juga belum punya meja untuk makan dan untuk bisa menjadi tempat memotong dalam memasak. Gorden untuk jendela juga belum kumiliki. Rak untuk menaruh barang-barangku juga tidak ada, sehingga semua masih dalam kardus. Masih banyak yang harus kulakukan untuk apartemen ini. Andai aku punya istri atau pacar yang tinggal bareng mungkin apartemen ini lebih baik.

Pada tahun ketujuh ini, aku ingin bisa menjejakkan kakiku di tanah kelahiranku dan menghirup udara kota Bandung lagi. Aku ingin mendengar gelak tawa keluarga dan teman-temanku di tanah airku. Aku ingin membasuh jiwaku yang kering dengan sepercik memori masa laluku di Indonesia. Mungkin aku bisa mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari diriku.

 

Nürnberg, 1 April 2012

iscab.saptocondro 

Friday, March 30, 2012

Palbot dan Indon

Rabu, 28 Maret 2012.
Di suatu halte, dua orang berdiri berdampingan di suatu halte angkot di Nürnberg, Jerman. Yang satu, kepalanya botak dengan pakaian penuh simbol Neo Nazi. Satu orang yang lain adalah seorang asing di negeri Jerman yang merantau dari negara kepulauan bernama Indonesia.
Menunggu...
...kapankah angkot itu tiba?
Keduanya terdiam.
Si PalBot (kepala botak) dengan pakaian NeoNazi tampak damai dan tidak agresif.
Si Indon (orang Indonesia) juga terdiam menanti kedatangan angkutan umum.
Ternyata Palbot kalau lagi sendirian tidak berbahaya. Begitu "harmless". Manusia sebagai seorang makhluk individu berbeda dengan sebagai makhluk sosial. Kalau Palbot tersebut berada dalam rombongan, bisa saja dia provokatif dan agresif  terhadap seorang asing di tanah Jerman. Apalagi kalau sudah dalam pengaruh alkohol. Tapi kali ini, Palbot tersebut sendirian.
Sabtu ini, 31 Maret 2012 di Aufsessplatzt jam 14:30 siang.
Kemungkinan kedua orang tersebut berada pada grup yang berbeda dalam suatu demo.
Yang satu membawa propaganda fasisme tentang suatu Übermensch.
Yang satu membawa propaganda humanisme tentang dunia yang warna-warni seperti bunga dan pelangi.
Keduanya mungkin bertempur membela kubu yang berbeda.
Angkot pun tiba. Keduanya menaiki angkot tersebut.
Nürnberg, 30 Maret 2012.
iscab.saptocondro

Saturday, March 24, 2012

Aroma tubuh yang ramah

Setiap pagi dari hari Senin s.d. Jumat, aku berangkat kerja naik angkot dari Nürnberg via Erlangen ke Herzogenaurach. Angkot yang kunaiki adalah kereta, trem, dan bus. Ada banyak pilihan dalam perjalanan dari Nürnberg ke Erlangen. Dari Erlangen ke Herzogenaurach, hanya ada bus. Tidak cocok denganku yang menggemari kendaraan yang melaju di atas rel.

Ada bus nomor 200 yang mengantarku di stasiun bus Erlangen pada jam 6.46, 7.20, atau 8.10 pagi. Kalau aku gagal mendapat bus ini, aku harus naik bus 201 yang datang dua kali per jam. Bus nomor 200 ini adalah bus cepat yang melewati tiga kantor pusat perusahaan internasional: Adidas, Puma, dan Schaeffler di Herzogenaurach. Bus nomor 201 tidak melewati kantor Puma, tetapi melewati kantor pusat Siemens, di Erlangen.

Yang kusukai dari bus 200 adalah suasana internasionalnya. Dalam bus ini, bahasa yang terdengar di kupingku adalah Inggris (British, American, Singlish), Jerman, Cina, Perancis, Spanyol, dll. Selain itu, para mahasiswi yang kerja praktek di Adidas juga tampil menarik. Bus yang jam 8.10 pagi pasti akan penuh.

Baik bus 200 maupun bus 201 akan melewati suatu perempatan yang dekat dengan pemukiman padat penduduk (dense residence area). Aku bilang padat karena di sini gedung apartemennya terdiri dari 12 hingga 20 lantai, dengan tiap lantai terdiri dari banyak kamar. Gedung-gedung tersebut juga berbentuk seragam pada suatu kompleks. Di tempat itulah apartemen murah Erlangen.

Sebelum sampai halte bus di perempatan tersebut, aku harus menghirup napas dalam-dalam untuk menikmati udara segar tersisa. Sebetulnya sebelum naik bus, aku menikmati udara segar dengan teknik pernapasan kundalini yoga. Kok, harus bernapas seperti itu?

Alasannya adalah rombongan konsultan SAP yang bekerja di Adidas dan Puma bakal naik bus dari halte tersebut. Konsultan SAP memiliki aroma tubuh yang tidak ramah. Aroma yang terlalu menonjol dan tidak rendah hati. Sangat tidak ramah buatku. Aroma ini sulit didefinisikan dengan kata-kata. Aroma ini simbol keangkuhan keringat bawang bombai dan kari ketiak. Berhubung aku menghindari rasisme, maka asal negara para konsultan SAP tersebut tidak kusebutkan di posting ini. hehehe.

Aku belajar dari anjingku untuk membedakan bau. Jangan tanya bagaimana anjingku mengajariku ilmu ini. Dari aroma tubuh para konsultan SAP, aku tahu mereka masak apa kemarin:

  • nasi tanduri
  • kari ayam
  • bakwan/falafel/perkedel atau hal lain yang mirip

Bekerja sebagai konsultan SAP itu bisa membuat orang lupa mandi akibat rangkaian tenggat (deadline). Selain itu, para konsultan SAP ini terbiasa hidup hemat di negeri orang. Hidup hemat berarti masak di rumah dan apartemennya pasti murah. Masak di rumah tiap hari dengan minyak goreng dengan ventilasi dapur buruk bisa membuat bau minyak goreng menempel di baju. Minyak goreng adalah pelarut yang baik untuk aroma dari bawang bombai, kari, okra, ketumbar, lengkuas, dll.

Masalah terjadi ketika kita tidak memisahkan pakaian:

  • untuk kerja
  • untuk masak
  • untuk santai di rumah
  • untuk bergaul di rumah

Lalu pakaian yang dipakai masak makanan A hari ini dipakai lagi untuk masak makanan B hari kemudian. Efeknya adalah pakaian tersebut akan berbau campur aduk antara dua jenis masakan berbeda.

Kemudian pakaian tersebut dipakai juga untuk keluar rumah dan tercampur keringat kita. Ketika kita tidak memperhatikan masalah higienis tubuh (mandi, deodoran, dll), aroma pada pakaian akan makin campur aduk. Hasilnya adalah aroma tubuh yang anti sosial. Aroma pribadi yang tidak menghormati sesama atau manusia di sekitarnya.

Oleh karena itu, aku selalu menjaga aroma tubuh supaya tetap ramah.

  1. Aku memisahkan pakaian untuk masak, kerja, tidur, gaul
  2. Aku memakai deodoran
  3. Aku memisahkan parfum dan tidak mencampur-aduk pakaian-parfum
  4. Aku mandi terjadwal.
  5. Kalau lagi jarang mandi ketika musim dingin, aku menggunakan pakaian tebal dan jaket untuk menutupi aroma tubuh mencolok. Tapi aku selalu memakai deodoran jadinya aromaku tidak angkuh.
  6. Aku jarang menggoreng. Kalau menggoreng, berikan waktu selang satu atau dua hari untuk menetralisasi aroma rumah. Hal ini juga membuat aroma masakan tak menempel pada pakaian dalam rumah.
  7. Aku selalu menyikat gigi dengan pasta gigi. Siapa tahu aroma yang sombong dikeluarkan bukan hanya dari keringat melainkan dari napas. Jadi buatlah hawa mulut kita juga ramah.

 

 

Nürnberg, 24 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

Sunday, March 18, 2012

Embedded World Nürnberg 2 minggu lalu

Dua minggu lalu, aku sempat datang ke embedded world 2012 di Nürnberg Messe. "El Padrino" di tempat kerjaku memberiku tiket."El Jefe" juga bilang bahwa Beliau juga datang ke sana. Tapi aku tak bertemu dengannya. Tiket tersebut didapatkan dari Lauterbach karena grup di tempat kerjaku menggunakan produknya, yaitu Trace32 untuk men-debug program dalam ECU (electronic controller unit/Steuergerät/unit kendali elektronik).

Nürnberg Messe adalah tempat pameran di Nürnberg. Lokasinya di selatan kota ini. embedded world adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Nürnberg Messe dalam menampilkan sistem benam. Pada pameran ini, terdapat banyak perusahaan yang bergiat di bidang embedded system (en, de, id).

Ini pertama kalinya aku pergi ke Nürnberg Messe. Biasanya aku pergi Cebit atau Hannover Messe, di Hannover, untuk pameran teknologi. Messe di Nürnberg lebih kecil daripada di Hannover. Tapi menurut Nürnberg Messe, jumlah stan bertambah tiap tahunnya sejak 2009.

Banyak hal yang menarik dari kunjunganku ke embedded world:

  1. Kebangkitan IPv6
    Pada tahun 2015, diperkirakan akan banyak perangkat mikro seperti sensor cerdas, pengendali cerdas, meteran cerdas, rumah cerdas, telpon genggam smartphone, dll yang saling terhubung menggunakan jaringan TCP/IP. Jumlahnya diprediksi sekitar 15 milyar perangkat. Satu rumah bisa saja menggunakan lampu, AC, kompor, kulkas, meteran listrik, dll yang masing-masing memiliki embedded system yang terhubung ke internet atau jaringan lokal TCP/IP. Kebutuhan akan alamat IP ini yang membuat IPv6 lebih menarik bila dibandingkan IPv4
  2. Embedded Cloud
    Beberapa perangkat seperti smart grid, smart sensor, dan smart meter biasanya ditaruh di tempat jauh. Para perangkat ini diperkirakan akan terhubung ke "cloud". Banyak sistem benam lain yang akan terhubung ke awan ini. Jadi bakal banyak embedded system yang selain dijual dengan kata "cerdas" (smart/intelligent) akan dijual dengan kata "cloud-ready". Kata "Plug-and-Play" tidak terlalu menarik lagi.
  3. Windows Embedded
    Microsoft dikatakan sebagai pemain baru dalam bidang embedded system/sistem benam di pameran ini. Di sini Microsoft memperkenalkan Windows Embedded Standard 8 (Intelligent Devices). Microsoft ingin masuk ke pasar smart grid dan smart metering.
    Apakah Microsoft pemain baru?
    Sebelumnya Microsoft juga memiliki Windows Embedded Standard 7 (Connected Devices). Di tempat kerja, aku juga memakai osiloskop Tektronix yang memiliki sistem operasi Windows. Perangkat genggamku juga menggunakan Windows Mobile. Jadi Microsoft tidak tiba-tiba saja masuk ke bisnis embedded tetapi ada proses persiapan sebelumnya.
  4. Tempat Makan
    Tempat makan di pameran alias kantin penuh dengan info lowongan kerja. Papan di sana ditempeli dengan info tersebut. Selain itu, head hunter dari berbagai perusahaan outsourcing atau engineering service berkeliaran di sana. Selain mencari makan, pengunjung juga bisa mencari kerja begitu juga head hunter mencari tenaga kerja.
  5. Model-Driven System Engineering
    Sekarang merancang sistem dan mengolah perangkat lunak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan model. Software pada ECU kendaraan bermotor tidak perlu diprogram dengan bahasa tingkat rendah seperti assembly language tetapi bisa dengan bermain model pada MATLAB Simulink. Bahasa tingkat tinggi seperti C/C++ dan VHDL bisa digantikan dengan diagram blok pada MATLAB Simulink dalam merancang sistem benam. Beberapa perusahaan bersaing di bidang ini dengan bermacam perangkat keras dan lunak: National Instrument, Lauterbach, ETAS, Mathwork, dSPACE, dll.
  6. Alat pembuat PCB mini
    Alat pembuat PCB hanya setinggi 1 hingga 1,5 meter, dengan panjang dan lebar masing-masing setengah meter. PCB yang dihasilkan bisa beberapa layer dan bisa memiliki through-hole. Universitas mungkin cocok untuk membeli alat seperti ini. Untuk produksi massal, alat ini tidak cocok. Tahun lalu, ada penelitian tentang alat portabel untuk fabrikasi IC yang bisa membebaskan kita dari kebutuhan akan kamar bersih (clean room). Sayang sekali alat seperti ini tak kulihat di pameran ini. Semoga tahun depan, ada alat mini dan portabel untuk fabrikasi IC.
  7. Satelit Mini
    Pada pameran ini, aku menggenggam satelit inderaja (penginderaan jarak jauh) yang ukurannya sebesar batu bata. Satelit ini akan dilontarkan dengan jumlah massal di luar angkasa. Satelit dilengkapi dengan kamera dan sensor lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu, satelit ini bisa berkomunikasi dengan satelit lainnya. Kecerdasan buatan digabung dengan kemampuan komunikasi, kedengarannya seperti swarm robotic.
    Sebetulnya tahun lalu, aku pernah membaca tentang satelit berukuran mikro. Ukurannya tidak lebih dari 4x4 cm persegi. Berbagai ukuran satelit dapat dilihat di sini.

Semoga tahun depan, aku bisa pergi ke acara seperti ini lagi.

 

Nürnberg, 18 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

 

Saturday, March 3, 2012

Durchzug Dilemma

Di Jerman, aku sudah menuntaskan ilmu sastra listrik. Dalam ilmu sastra ini, satu hal yang menarik adalah mempelajari cara mengambil keputusan. Karena ilmu sastraku berhubungan dengan otomasi, ilmu-ilmuku yang berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making) adalah

  • Optimal Control (wiki)
    Mengendalikan secara optimal, artinya kita mengendalikan suatu proses atau sistem supaya menghasilkan keluaran yang sesuai keinginan kita dengan segenap keterbatasan yang ada. Dalam mengambil keputusan, manusia sering dihadapkan dengan keterbatasan sumber daya, misalnya waktu. 
  • Finite State Machine (FSM)
    FSM memodelkan suatu sistem dalam "state" (keadaan) dan transisi. Suatu transisi akan mengubah suatu keadaan ke keadaan lain. Jika kita membuat keputusan, keadaan sebelumnya akan berubah menjadi keadaan baru. Misalnya ada dua keadaan, yaitu jendela tertutup dan jendela terbuka. Transisinya ada dua, yaitu membuka jendela atau menutup jendela. 
  • Petri Net (wiki)
    Petri Net mirip FSM. Silahkan klik wikinya untuk pemula.
  • Neuroscience (wiki
    Neuroscience adalah ilmu yang berhubungan dengan neuron atau sel syaraf. Keputusan manusia berhubungan dengan otaknya dan otak terdiri dari jutaan neuron beserta sambungannya. Thesis masterku berhubungan dengan neuroscience, juga blogku. 

Setelah memperoleh kerja di Jerman. Di tempat kerja, FSM kugunakan untuk mengotomasi 20 jenis tes dan puluhan hal yang dites. Aku mengetes software yang terdapat dalam unit kontrol elektronik mobil (ECU/Steuergerät). Softwarenya juga didesain dengan melibatkan FSM.

Kembali ke topik, yaitu Durchzug Dilemma. Dilemma itu artinya dua lemma yang saling berkontradiksi. Hal ini terjadi karena ada dua kemungkinan tapi kita harus memilih salah satu (wiki). Di kantor, biasanya kita mendapatkan dua pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan bersamaan. Satu pekerjaan dikerjakan terlebih dahulu kemudian pekerjaan berikutnya. Namun adanya tenggat/deadline, membuat kita harus mengoptimalkan waktu. Di sinilah ilmu time-optimal control dipakai. Sebetulnya dalam dunia kerjaku, yang kudapatkan bukan dilemma melainkan polylemma, jumlah lemma lebih dari dua.

Masalah lebih rumit kalau pekerjaan yang satu diminta oleh bos A dan pekerjaan yang lain diminta oleh bos B. Kalau pekerjaan A dikerjakan, kita akan mengecewakan bos B. Begitu juga sebaliknya. Ini disebut God and Mamon Dilemma. Dilemma ini berasal dari Injil Matius 6:24 "Tak seorangpun dapat mengabdi pada dua tuan". Tapi problem multi-tasking ini akan selalu dihadapi manusia sepanjang hidupnya, makanya di kampusku di Bandung dulu, dikenal pepatah "OSPEK itu sepanjang hayat". Dalam orientasi studi, dilemma mamon ini pasti ada.

Kembali lagi ke topik. Durchzug berasal dari bahasa Jerman yang artinya ventilasi. Ventilasi adalah proses memindahkan udara ke suatu ruangan supaya ruangan tersebut memperoleh kualitas udara yang lebih baik. Ilmu optimal control, termodinamika dan fluida bisa dipakai di sini. Dalam kuliah Mekatronik di Bremen, aku sempat belajar mengenai kontrol optimal pada ventilasi paksa, supaya ruangan tidak panas walaupun di dalam ruangan ada mesin yang menghasilkan kalor.

Durchzug Dilemma terjadi ketika satu pihak di kantorku merasa kepanasan atau pengap dan menginginkan jendela dibuka. Sedangkan ada pihak lain yang merasa kalau jendela dibuka akan kedinginan atau terkena angin. Di sinilah ilmu pengambilan keputusan dipakai. Tidak mungkin jendela terbuka sekaligus tertutup. Jendela bukanlah kucing dalam kotak Schrodinger (wiki). Sifat terbuka dan tertutup pada jendela tidak cocok dimodelkan dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Mungkin ilmu kompleksitas bisa dipakai untuk memodelkan hal yang sederhana ini: sebaiknya jendela dibuka atau ditutup? Berapa lama dibuka? Berapa lama ditutup?

Pesanku hanya satu:

Lupakan semua tulisan ini! Karena memang tidak ada maknanya.

Nürnberg, 2 Maret 2012

iscab.saptocondro

P.S. Dendang Dilemma adalah lagu yang dinyanyikan oleh Nelly dan Kelly Rowland.

 

Thursday, February 16, 2012

Reaksi eksoterm

Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang mengeluarkan energi, biasanya kalor. Menurut wikipedia, eksotermik berarti suatu transformasi melepaskan energi ke lingkungan.

Pada beberapa perjalanan ke kota-kota di Jerman, ketika musim salju, aku mengamati suatu contoh reaksi eksoterm. Tahi anjing yang dijatuhkan di atas salju, Plup!, bisa melelehkan salju. Dari pengamatan ini, aku menyadari bahwa tahi anjing bersifat eksoterm. Ada reaksi kimia pada tahi yang melepaskan kalor ke salju.

Pada tahi terdapat banyak bakteri yang terlibat dalam reaksi kimia yang mengubah suatu senyawa organik pada tahi menjadi senyawa anorganik, atau menjadi senyawa organik yang lebih kecil. Biasanya reaksi ini melepaskan energi.

Tahi juga menghasilkan gas metana. Gas ini merupakan gas rumah kaca. Gas ini bisa menahan kalor berada di sekitar tahi. Jadi salju di sekitar tahi meleleh cepat sedangkan yang jauh dari tahi anjing tersebut tidak meleleh.

Bagaimana bau gas metana tersebut? Mungkin Anda bisa mencoba mencium tahi anjing di atas salju tersebut. Dekati hidung Anda ke tahi anjing tersebut lalu hiruplah udara di sekitar tahi itu. Silahkan beri laporannya padaku, kalau sudah sukses menemukan aroma metana di antara aroma-aroma lain yang terkandung di sana.

Wednesday, January 25, 2012

Ironi

Ada dua hal ironi dalam hidupku di Bayern.

Pertama, sebagai penganut ideologi kiri payun yang mencintai lingkungan hidup, aku menentang penggunaan mobil pribadi dan memilih angkutan umum. Akan tetapi, aku bekerja di litbang komponen mobil pribadi. Tempat kerjaku secara geografis mendukung pemakaian kendaraan pribadi. Tapi aku naik angkot tiap hari (bus, kereta listrik, kereta bawah tanah, dll). Mungkin suatu hari, aku bakal sekolah mengemudi dan dapat SIM Jerman, lalu beli mobil pribadi murah yang setara satu bulan gajiku.

Kedua, aku kuliah teknik otomasi di Uni Bremen (Automation Engineering atau Automatissierungstechnik). Akan tetapi, aku tak percaya dengan kendaraan yang otomatis. Beberapa mobil pribadi punya sistem otomasi, sehingga bisa parkir paralel tanpa manusia. Padahal parkir paralel termasuk bagian ujian mengemudi. Aku lebih memilih manusia mengemudi mobil dan memarkir paralel sendiri tanpa bantuan mesin.

Di Nürnberg, aku merasa tidak nyaman dengan kereta bawah tanah U2 dan U3 yang berjalan tanpa masinis atau sopir. Rasanya canggung, kalau duduk di depan dan melihat kereta melaju melewati terowongan tanpa sopir. Aku tidak percaya bahwa kita bisa menyerahkan keselamatan publik kepada mesin, walaupun dia memiliki artificial intelligence. Ironisnya, sebagai engineer, aku mendesain sistem otomasi dan artificial intelligence.

Sabtu lalu, aku naik U2 bersama kawan-kawan. Karena kereta ini otomatis tanpa pengawas dan tanpa sopir, aku masuk tetapi pintu mau menutup. Untung sensornya bagus dan ada prosedur "exception handle" yang membuatku tidak terjepit pintu. Aku bisa masuk kereta ini. Akan tetapi, ada satu orang penumpang yang mengikutiku yang terpisah dari teman-temannya. Dia masuk bersamaku tetapi kawan-kawannya gagal masuk kereta U2 ini karena pintu telah tertutup secara otomatis. Penumpang ini panik. Aku ingin membantu tetapi aku juga bersama kawan-kawanku yang ada janji. Ini salah satu contoh kenapa aku tidak suka otomasi.

Dulu di Uni Bremen, institusi tempatku bikin thesis, yaitu Institute of Automation (IAT), tidak memiliki pintu otomatis. Berbeda dengan institusi lainnya. Kata orang IAT, "we hate automation". Ironi juga. Ternyata pendidikan otomasi di Bremen, terbawa ke Bayern. Walaupun mendesain sistem otomasi, aku tetap tak percaya dengan otomatisasi.

Mungkin aku lebih baik mendengar lagu "Ironic" dari Alanis Morissette aja. Siapa tahu aku bisa mendalami makna ironi dalam hidupku.

 

Nürnberg, 25 Januari 2012

iscab.saptocondro

 

Sunday, January 22, 2012

Gostenhof: GoHo & Gostanbul

November 2011, Aku mendapat Wohnung (apartemen) di daerah Gostenhof, di Nürnberg. Gostenhof terbentang dari Plärrer hingga Maximilianstraße. Kalau aku ingin berangkat kerja, aku harus mengambil angkot di salah satu dari kedua halte tersebut. Gostenhof sering disebut dengan "Gostanbul" atau "GoHo".

Gostanbul adalah sebutan Gostenhof karena banyaknya orang Turki dan keturunannya di daerah ini. Sering disebut juga sebagai "Klein-Kreuzberg". Kreuzberg adalah wilayah ghetto di Berlin yang sepertiga penduduknya berasal dari Turki.

Di wilayah ini juga terdapat Wohnung murah untuk keluarga miskin yang dikelola oleh WBG. Karena banyak orang Turki berasal dari kelas sosial bawah lalu pengangguran serta keluarga miskin sudah pasti berasal di kelas yang sama, Gostanbul adalah Bronx di Nürnberg.

Gostenhof sering juga disebut sebagai GoHo. Sebutan GoHo untuk menyandingkan Gostenhof dengan SoHo di Lower Manhanttan, New York, USA dan SoHo di Westminster, London, UK. SoHo di Manhanttan terkenal sebagai tempat nongkrong seniman dan teater (wiki: en & de). SoHo di Westminster terkenal sebagai tempat kehidupan malam (wiki: en & de). GoHo dan kedua Soho memiliki kemiripan. Ketiganya adalah tempat multikultural, seniman berkumpul, kafe, bar, restoran, teater, dll. Ada poster yang bertulis "GoHo is bunt" yang artinya GoHo itu warna-warni. Toko dan butik di kedua SoHo juga penuh ragam warna. OK, red light district (tempat prostitusi) juga ada di ketiga tempat tersebut. Di ujung Gostenhof, ada Plärrer. Di situ ada red light district di balik tembok kota lama (Altstadt) di gerbang terdekat.

Gostenhof juga terkenal sebagai wilayah kiri di Nürnberg. Ada tulisan "Gostenhof bleibt links!", yang artinya "Gostenhof tetap kiri!". Kiri di sini maksudnya adalah kiri secara politik. Partai sosialis seperti SPD dan die Linke, serta Partai Hijau (Grünen) biasanya menambang suara dari wilayah ini dalam pemilu. Orang miskin dan kelas sosial bawah di Eropa memang cenderung memilih partai kiri. Seniman juga cenderung memilih partai kiri.

Entah berapa lama, aku akan tinggal di wohnung ini. Aku menanti musim panas di Nürnberg untuk menikmati kafe dan Biergarten di wilayah Gostenhof ini. Banyak restoran segala bangsa dan warung kebab  yang belum kucoba di daerah ini.

 

Nürnberg, 22 Januari 2012,

iscab.saptocondro

***

Untuk wilayah lain di Nürnberg, silahkan lihat di sini.

***

Untuk tahu seperti apa Gostanbul, bisa dengar lagu Gostanbul 429.  Videonya bisa dilihat di siniGostanbul 429 berarti Gostenhof di daerah berkode pos 90429, yaitu kode pos rumahku di Denisstraße.

Untuk tahu, seperti apa orang-orang yang tinggal di Gostanbul 429 dan juga bentuk gedungnya, bisa lihat video ini.